Edisi 06-08-2016
Hama Kresek Menyerang, Hasil Panen Tanam Gadu Anjlok


INDRAMAYU – Para petani di Ka bupaten Indramayu sudah mulai panen pada musim tanam gadu tahun ini. Namun, serangan hama kresek terhadap tana man padi yang memasuki umur primordial menyebabkan hasil produksi padi menurun.

Serangan hama kresek dialami para petani di Desa Desa Plo so kerep, Kecamatan Terisi Ka bu paten Indramayu. Di dae rah itu, para petani memang lebih awal memanen padi mereka pada musim panen gadu ini. Ketua Kelompok Tani Desa Ploso kerep Rusdani me nye but - kan, luas lahan sawah di desanya men capai sekitar 400 hektare. Dari jumlah tersebut, hampir se - lu ruh nya terserang hama kresek. ‘’Hama kresek menyerang secara merata dalam satu areal sawah. Rata-rata terkena hama kresek se mua,’’ ujar Rusdani, kemarin.

Rusdani menjelaskan, hama kresek menyerang tanaman padi saat sedang keluar malai. Akib at nya, malai padi menjadi tidak ter isi se - cara maksimal. Kondisi itu otomatis berdampak pada me nu - runnya produksi panen, seh ingga keuntungan petani pun ber kurang. Dalam kondisi normal, ta na - man padi di Desa Plosokerep ratarata bisa menghasilkan 4-5 ton per 3/4 hektare. Namun aki bat serangan hama kresek, hasil panen petani hanya sekitar tiga ton per 3/4 hektare.

‘’Padahal pe - tani sudah terus menerus me la ku - kan penyemprotan untuk meng - atasi hama kresek,” ungkap dia. Rusdani menyebutkan, da - lam kondisi normal, penyem - prot an hama hanya dilakukan se kitar enam kali dalam setiap mu sim tanam hingga panen. Na - mun kali ini, penyemprotan di la - ku kan hingga lebih dari sepuluh kali. “Modal petani cukup besar, tapi hasil malah berkurang dan banyak yang rugi,” katanya.

Selain di Desa Plosokerep, serangan hama kresek juga ter - jadi di Desa Kendayakan, Ke - camatan Terisi. Namun, di desa tersebut, hama kresek hanya me - nyerang sebagian kecil lahan saja. Dari lahan tanaman padi seluas 488 hektare di desa itu, ha nya sekitar 20%-nya saja yang ter serang hama kresek. “Di desa Kendayakan kondisinya lebih baik dibandingkan di Desa Ploso - kerep,” terang Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Ke ca - mat an Terisi Surono.

Sementara itu, Tim Serapan Gabah Petani Mabes TNI mengun jungi wilayah lumbung padi nasional di Kabupaten Indramayu, kemarin. Dandim 0616/Indramayu Letkol Arh Benny Febrianto mengatakan, kunjungan di la ku - kan di Ponpes Al-Zaytun, Desa Me kar jaya, Kecamatan Gantar, Ka bupaten Indramayu. Pondok pesantren tersebut memiliki areal pertanian sekitar 350 hektare. Hasil produksi padi di kawasan ponpes tersebut kurang lebih 100 ton.

”Hasil Produksi di kawasan ponpes tersebut diharapkan dapat diserap oleh Bulog Indramayu dan meningkatkan penyerapan gabah hasil panen di Kabupaten Indramayu,” kata dia.

Tomi indra


Berita Lainnya...