Edisi 13-08-2016
Kobarkan Motivasi, AMA Deklarasikan Harmonas


JAKARTA – Hari Motivasi Nasional (Harmonas) menjadi gerakan nasional yang mengajak semua komponen bangsa untuk lebih bersemangat dalam bekerja dan berkarya demi kemajuan bangsa.

Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA-Indonesia) mencetuskan Harmonas yang akan diperingati setiap tahun pada setiap 12 Agustus. Presiden AMA-Indonesia Handi Irawan D bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan didampingi sejumlah tokoh secara resmi mendeklarasikan Harmonas di Jakarta tadi malam.

Handi menuturkan, Harmonas mengajak semua komponen bangsa untuk lebih bersemangat dalam bekerja dan berkarya bagi masyarakat yang lebih makmur dan Indonesia jaya. Menurut dia, motivasi atau semangat merupakan sesuatu yang esensial dan sayangnya levelmotivasidirepublikinimasih kurang.

Sesuai dengan asal kata motivasi, yaitu movere yang artinya bergerak, Handi berharap supaya komponen bangsa yang selama ini belum bergerak bisa lebih berperan aktif lagi. ”Setelah ditetapkannya 12 Agustus sebagai Harmonas, sebagai bangsa kita memiliki momentum untuk kembali bersama- sama membangun motivasi seluruh komponen bangsa.

Semoga Harmonas bisa berkontribusi nyata bagi percepatan Indonesia menjadi negara maju,” ujar Handi di sela-sela deklarasi Harmonas di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI ) Jakarta tadi malam. Menurut Handi, Harmonas dilatarbelakangi keinginan untuk mendorong semangat atau motivasi bersama sebagai bekal penting untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Studi psikolog David Mcclelland pada 1960-an menyebutkan bahwa negara yang memiliki rakyat yang bersemangat akan memiliki peluang untuk menjadi negara yang lebih makmur. Dalam konteks lingkungan yang lebih kecil seperti di perusahaan, karyawan yang bersemangat akan menjadikan perusahaan lebih maju dan inovatif. ”Individu yang bersemangat pasti kariernya juga lebih baik.

Sukses dan tidaknya orang sering kali ditentukan oleh semangatnya. Musuh dari semangat cuma dua, yaitu putus asa dan merasa puas dengan kondisi saat ini,” tuturnya. AMA-Indonesia menilai gerakan Harmonas juga sejalan dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya kerja keras dan revolusi mental.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, semangat keindonesiaan harus dipompa untuk memotivasi bangsa ini agar mampu menumbuhkan kepribadian nasional, memiliki kebudayaan unggul, dan kemampuan untuk mandiri di bidang ekonomi, politik, dan memperkuat kesatuan nasional sekaligus.

”Jadikan semangat sebagai sebuah budaya. Sekarang saatnya bangkit bersama dalam gerakan masyarakat dalam memberikan makna nyata peradaban yang maju dan bermartabat bagi Indonesia yang lebih baik,” katanya. Dia menegaskan, disiplin diri merupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk daya saing bangsa yang memiliki reputasi dunia.

Untuk itu perlu ditumbuhkan budaya kerja keras, disiplin, berhemat, menabung, dan mengutamakan pendidikan. ”Di situlah akar tunggang pohon keunggulan yang kita cari itu,” tandasnya. Pendeklarasian Harmonas secara nasional akan diikuti 15 cabang AMA-Indonesia dan studio- studio RRI diseluruhIndonesia.

Acara deklarasi tadi malam jugadiisidenganseminardandiskusi panel bertema ”Semangat, Produktivitas Nasional dan Kinerja Perusahaan” dengan narasumber Faisal Basri, Hasnul Suhaimi, dan Emirsyah Satar. Ekonom Faisal Basri mengatakan, Harmonas dipancangkan sebagai tekad untuk bangkit dan maju.

Pasalnya, jika semangat dan motivasi bangsa Indonesia masih seperti sekarang ini dan tidak diperkuat, Faisal berpandangan 30 tahun ke depan kemungkinan Indonesia menjadi negara maju hanya 18%. ”Enggak boleh begitu, kita harus memotivasi diri. Lihat Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, mereka bisa maju. Harmonas ini tekad seluruh elemen bangsa untuk maju dan bangkit,” sebutnya.

inda susanti