Edisi 14-08-2016
Srategi Cerdas B25


Membeli properti tanpa uang tanpa utang kedengarannya mustahil. Namun, hal itu nyata terjadi saat ini. Pengusaha properti Cipto Junaedy menjabarkannya dalam strategi yang disebut B25.

Membeli properti tanpa uang tanpa utang diulasnya dalam buku ke-5 yang berjudul Srtategi B25 .

Acara peluncuran buku Strategi B25 yang dibarengi dengan peluncuran bukunya ke-4 berjudul 101: Kata-Kata Lecutan Harian, berlangsung di Gramedia Central Park, Jakarta, Jumat (12/8). Harga properti memiliki keistimewaan tersendiri dibanding harga dari jenis usaha lain, semisal emas. Harga dan nilai properti tidak pernah mengalami penurunan melainkan menanjak naik dan tidak juga ditentukan oleh satu otoritas global tertentu yang mengaturnya.

Jika harga emas ditentukan oleh harga global, harga properti sangat fleksibel diatur oleh pengusaha itu sendiri. Dalam hal tersebut, strategi cerdas dapat dimainkan agar properti tidak mangkrak tanpa pembeli ataupun penyewa. Menurut Cipto, strategi cerdas yang dijalankan dalam menjalankan bisnis properti diawali dengan mengubah paradigma berpikir harus utang. Baginya, utang adalah racun yang merusak setiap sendi-sendi bisnis. Jika usaha didirikan dengan utang, maka hal itu hanyalah perusak kelangsungan bisnis ke depannya.

Ia menilai bahwa utang adalah sebuah kekeliruan, alasannya karena utang harus dibayar dengan waktu dan nominal pasti, sementara sumber pendapatan si pengutang belum pasti. ”Utang adalah kekeliruan. Kenapa? Karena bayarnya pasti, sumber bayarnya belum pasti,” katanya. Ia pun menjabarkan sejumlah kasus yang ada akibat utangpiutang yang dialami para pengusaha (baik pengusaha kecil ataupun besar), termasuk juga orang kebanyakan.

Dampak utang akan menimbulkan dua solusi semu yang terjadi dalam kebanyakan orang. Pertama , solusi semu itu yakni solusi gali lubang tutup lubang. Solusi ini menurutnya menyakitkan karena selama hidup si pengutang akan terus menemui kesulitan lantaran memikirkan utang. Kedua, yakni solusi pragmatis nan-tragis, yakni bunuh diri. Banyak pengusaha ataupun orang kebanyakan yang tidak segan-segan mengakhiri hidupnya lantaran ketidakmampuan membayar utang.

Atau, tak jarang juga yang saling baku-pukul karena urusan utang-piutang dengan debt collector atau pihak kepolisian. Maka, paradigma berpikir utang dalam mengawali bisnis harus diubah dengan menjalankan paradigma berstrategi cerdas, utamanya dalam menjalankan bisnis properti. Dari banyaknya strategi yang dimiliki Cipto, ia menuliskan secara detil salah satu strategi yang disebut strategi B25 dalam membeli properti tanpa uang tanpa utang.

Di dalam buku Strategi B25 dijabarkan bagaimana strategi tersebut dijalankan dengan rapi, lengkap dengan perhitungannya yang akurat dan rasional. ”Strategi B25 ini adalah satu dari sekian strategi yang ada,” katanya. Strategi B25 adalah strategi berupa kepandaian dalam bernegosiasi dan juga memberikan keuntungan terhadap orang lain. Strategi negosiasi yang cerdas akan berdampak pada perputaran uang yang membuat Anda dapat membeli properti ruko yang anda inginkan tanpa uang dan utang.

Setelah negosiasi sukses, maka langkah selanjutnya adalah memberi kebaikan bagi orang lain, yakni ke calon penyewa ruko. Dengan iklan yang baik dan memukau, semisal tawaran sewa yang tidak hangus seratus persen dalam jangka waktu sewa yang panjang, maka dengan sendirinya calon penyewa akan berdatangan. Tahap selanjutnya adalah negosiasi cerdas dibutuhkan lagi untuk mendapatkan kata sepakat terhadap sewa ruko bagi penyewa.

Hitung-menghitung dalam strategi ini sangat dibutuhkan agar tidak tersesat dalam bilangan angka pada harga sewa dan deposito. Maka, tak pelak jika seluruh rangkaian dalam strategi B25 ini dijalankan dan berbuah gol, maka ketika masa sewa si penyewa habis, keuntungan dari properti milik Anda sudah dapat dinikmati dengan sendirinya. Boleh dikatakan, strategi ini cukup menarik, rumit, namun bukan berarti sulit. Dalam bukunya tersebut, selain membahas tentang strategi B25, Cipto juga memberikan gambaran hiruk-pikuk dunia usaha.

Mulai dari kembangkempis gaya hidup kebanyakan orang dan pengusaha, juga kata-kata motivasi agar menghindari kesalahan-kesalahan yang selalu diulang kebanyakan orang dalam berbisnis. Dalam bukunya ia selalu menulis dan berpesan agar jangan sampai mati membawa hutang. ”Jangan masuk akhirat dengan bawa koper yang isinya utang,” katanya.

Sementara dalam buku lainnya yang diluncurkan berjudul 101: Kata-Kata Lecutan Harian , Cipto banyak memberikan kata-kata motivasi bagi mereka yang ingin memiliki dan memberi properti. Kata-kata yang lantang dan sering disebutkan dalam buku tersebut adalah bagaimana cara membelikan rumah untuk orangtua, anak-anak, ataupun orang terkasih yang ada di sekitar kita. Maka dengan keras pula ia tuliskan bahwa sudah tidak boleh lagi ada istilah ‘rebutan warisan orangtua’. Secara keseluruhan, kedua buku tersebut banyak memberikan pandangan baru tentang peta bisnis properti yang ada di Indonesia.

Peta bisnis itu juga menjelaskan bagaimana gegap-gempita usaha KPR yang sempat booming dalam beberapa tahun belakangan ini, mulai redup pelan-pelan. Dinamika bisnis properti kini tidak sama lagi, para pengusaha harus pandai-pandai beradu strategi yang sehat.

Imas damayanti