Edisi 21-08-2016
Pemprov Perlu Rombak APBD 2016


SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta merombak APBD karena pendapatan daerah diperkirakan tidak bisa memenuhi target. Menurut pakar ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang FX Sugiyanto, APBD tahun ini masih sangat mungkin diubah bila target pendapatan tidak bisa terpenuhi.

Melesetnya pendapatan daerah sebenarnya juga masih logis karena kondisi perekonomian masih belum menentu. Menurut Sugiyanto, bagian yang perlu diubah yakni anggaran belanja. Perubahan itu bisa dilakukan dengan menggeser belanja satu ke belanja lain atau melakukan pemotongan anggaran. “Tentu pemotongan yang dilakukan tidak mengurangi outcome ,” ujarnya. Belanja yang efisiensi maupun pemotongan adalah belanja pegawai, seperti rapat-rapat, perjalanan dinas, dan lainnya.

Adapun belanja langsung yang bersentuhan dengan masyarakat diharap tidak dipotong. Seperti bantuan sosial, hibah yang berkaitannya dengan kebutuhan dasar masyarakat, baik untuk pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Termasuk, anggaran untuk tambahan penghasilan pegawai (TPP) juga perlu dihitung formulasinya. “TPP tidak boleh diberikan berdasarkan jabatan dan golongan, namun lebih kepada capaian kinerja,” kata Sugiyanto.

Meski pendapatan pada APBD 2016 diperkirakan mengalami penurunan, Pemprov Jateng juga diminta tetap menggenjot kinerja agar pendapatan yang diperoleh bisa optimal. “Perlu intensitas lebih keras dari Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng,” ucapnya.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menerangkan, pihaknya akan kembali melakukan pengkajian dan pencermatan lebih jauh mengenai usulan Pemprov Jateng yang hendak menurunkan target pendapatan. “Kami akan melihat dulu kenyataan di lapangan, apakah penjualan kendaraan bermotor memang menurun atau kinerja DPPAD kurang baik sehingga harus diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut politikus PDIP ini, pendapatan punya korelasi dengan belanja dan pembiayaan, kalau pendapatannya banyak tidak tercapai, pembangunannya bisa terhambat. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Sri Puryono mengaku masih melakukan pengkajian untuk menyesuaikan antara pendapatan dan belanja daerah pada APBD Perubahan2016ini.“ Sedangkitakajisesuaidenganpotensidankemampuan, pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya,” kata dia.

amin fauzi

Berita Lainnya...