Edisi 21-08-2016
Tekuk PSIR, PSIS Lolos Babak 16 Besar


SEMARANG – PSIS Semarang memastikanloloskebabak16besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B setelah mengandaskan tim tamu PSIR Rembang di Stadion Jatidiri, kemarin.

PSIS berhasil mengalahkan Laskar Dampo Awang, julukan PSIR dengan skor tipis 1-0. Hari NurYulianto menjadipenentu kemenangan lewat sepakannya di menit ke-16. Atas kemenangan ini, PSIS menempati posisi aman di fase grup dan tetap berada di puncak klasemen sementara Grup IV ISC Seri B dengan 22 poin.

Johan Yoga Utama dkk tidak mungkin lagi terkejar dengan PSIR yang hanya mengantongi 13 poin di peringkat ketiga. Dengan sisa dua laga, tim yang bermarkas di Stadion Krida Rembang itu maksimal mengoleksi poin 19. “Performa pemain menurun dibandingkan tiga laga sebelumnya. Yang akan kami evaluasi, terutama masalah fisik,” kata Asisten Pelatih Sumardi Widodo, seusai pertandingan kemarin.

Sumardi mengakui absennya M Yunus cukup mempengaruhi lapangan tengah. Kerja sama tim kurang terjalin dengan apik. “Di babak 16 besar, lawan akan semakin berat. Ini kompetisi panjang yang cukup melelahkan, dan di babak kedua tadi fisik pemain terlihat mulai menurun,” ujarnya. Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho menyatakan, kendati timnya sudah meraih satu tiket babak 16 besar, pada dua pertandingan tersisa, Laskar Mahesa Jenar , julukan PSIS, tetap akan tampil fight dan mencoba sapu bersih enam poin.

“Dengan sendirinya, babak 16 besar akan tercapai. Saya tidak mau berandai- andai dulu,” ucapnya. Pertandingan kedua tim berlangsung dalam tempo yang cepat dan ketat. Bahkan, pada babak pertama, tim tamu langsung melakukan pergantian pemain dengan menarik Suyono dan memasukkan M Happy.

Efeknya, PSIR mampu mendominasi di babak kedua. Serangan yang dilakukan dari wilayah sayap, beberapa kali cukup membuat pendukung tuan rumah menahan napas. Beberapa kali gawang tuan rumah yang dikawal Syaiful Amar, hampir kebobolan. Bahkan, PSIR memiliki satu peluang emas karena tinggal berhadapan dengan penjaga gawang, sayangnya tidak mampu dikonversi menjadi gol.

Sampai wasit Cholid Dalyanto dari Yogyakarta meniup peluit panjang, skor tidak berubah. “Finishing touch akan kami perbaiki. Sebenarnya organisasi permainan sudah berjalan dengan baik, tapi saya kira pemain kurang tenang karena didominasi pemain muda-muda,” ungkap Pelatih PSIR Haryanto.

Meski harus pulang dengan tangan hampa, Haryanto tidak menyalahkan kekalahan ini kepada pemain karena anak asuhnya sudah berjuang maksimal. “Tim ini sudah berjuang keras. Mudahmudahan dua laga sisa kami bisa menang karena pada 27 Agustus nantikitatandingdenganPersipur di kandang,” katanya.

arif purniawan

Berita Lainnya...