Edisi 21-08-2016
Atasi Banjir Melong, Tiga Daerah Harus Bebaskan 11,25 Ha Lahan


Menurut anggota Komisi V DPR RI M Agung Budi Santoso, ban jir di Cimahi selatan, teru - ta ma Melong, sudah ber ta - hun-tahun terus mengantui war ga.”Setiap hujan turun ma - ka banjir selalu menghampiri war ga,” ucapnya. Untuk itu penanganan se - cara komprehensif harus di la - ku kan. Agung menyatakan, me nyelesaikan masalah banjir di Cimahi selatan, tidak bisa le - pas dari peran daerah lainnya.

Pa salnya, aliran Sungai Ci - lember dan Cibereum melintas ti ga wilayah, yakni Kabupaten Ban dung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. “Pe - na nganannya pun tidak bisa par sial tapi harus me nye lu - ruh,” ujarnya. Normalisasi kedua sungai, lan jut Agung, maka diper lu - kan pembebasan lahan. Untuk wi layah Cimahi lahan yang ha - rus dibebaskan sekitar 1,44 hek tare, Kabupaten Bandung Ba rat 0,8 hektare, dan Ka bu pa - ten Bandung 7,11 hek ta - re.

”Penyelesaian banjir Cimahi ha rus dimulai dari hulu hingga hi lir,” jelasnya. Sebenarnya upaya sudah di lakukan pada 2015. Per min - taan kepada Balai Besar Wi la - yah Sungai Citarum untuk nor - ma lisasi sudah disampaikan. Ke menterian Pekerjaan Umum melalui Dirjen Sumber Da ya Air Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, merespons pe ngajuan tersebut dengan me nyusun detail engeneering de sain (DED) untuk nor ma li - sa si.

“Namun sebelum proyek di laksanakan diperlukan ke - tersediaan lahan terlebih da - hulu,” beber Agung. Saat ini, kata dia, baru Pem - kot Cimahi yang berkomitmen menganggarkan pembebasan la han meski di APBD 2017. Se - dangkan untuk Kabupaten Ban dung Barat dan Kabupaten Ban dung belum terdengar re n - c ana. “Untuk biaya pem ba ngu - nan dan normalisasi dibiayai pe merintah pusat dan pe nga - daan lahan ada di pemerintah dae rah setempat,” tandas Agung.

raden bagja mulyana

Berita Lainnya...