Edisi 21-08-2016
Calo Tanah Bergentayangan


SUBANG– Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Sadawarna seluas 900 hektare yang meliputi empat desa di Kabupaten Subang dan Sumedang, rentan diwarnai praktik spekulan (percaloan).

Karena itu para pemilik lahan di - minta berhati-hati dan tidak ter - goda bujukan spekulan ta nah, ketika nanti mengurus pro ses pembayaran ganti rugi. “Ka lau nanti ada pihak-pihak yang menawarkan pengurusan pem - bebasan tanah, jangan di hi - raukan, jangan sampai ter goda. Sebaiknya, para pemilik la han langsung mengurus sen diri, jangan lewat perantara (c a lo),” ujar Kabag Pemerintahan Pem - kab Subang Nana Mulyana ke - pada KORAN SINDOke ma rin.

Dia mengingatkan agar para pe milik lahan memersiapkan ber kas-berkas penting yang ber - kaitan dengan kepemilikan ta - nah, karena dalam waktu de kat akan dilakukan pengukuran ta - nah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Pengukuran luas lahan terdampak se ce pat nya dilakukan BPN, sebaiknya war ga segera persiapkan ber kas-berkas yang diperlukan,” ka tanya.

Sementara terkait persoalan dampak pembangunan waduk, seperti relokasi permukiman dan alih profesi warga, pihaknya akan memerhatikan per kem - bang an yang terjadi kemudian. Mes ki begitu, pemerintah tetap akan bertanggungjawab ter ha - dap persoalan yang dialami se - lu ruh warga terdampak. Tetapi yang pasti, keberadaan waduk ini bakal membawa dampak po - si tif, di antaranya me ning kat - kan perekonomian.

“Seperti adanya kawasan wi sa ta di masa depan dan adanya ka wasan keramba atau jaring ik an terapung, seperti di kawasan wa duk Jatiluhur dan Cirata,” tu tur Nana. Kepala Desa Sadawarna Acil Sam sudin meminta pemkab dan pihak terkait, memberi aten si khusus terhadap warga ter dampak. Pasalnya, selain meng gusur lahan, megaproyek waduk tersebut juga ber dam pak menghilangkan pe r mu ki man dan profesi keseharian war ga.

Dia menyebut, di desanya ada sekitar 422 pemilik lahan yang bakal tergusur. Nasib ra tusan warga ini harus menjadi per ha - tian serius pihak-pihak ber ke - pen tingan. Terutama me nyang - kut persoalan ganti rugi la han, re - lo kasi tempat tinggal (per mu - kim an), dan alih profesi warga.

“Ganti ruginya mutlak harus layak, kemudian tolong dipi kir - kan soal relokasi tempat tinggal ser ta hilangnya pekerjaan me - re ka, akibat lahannya ter dam - pak proyek,” tegasnya. Kepala Seksi Sungai dan Ben - dungan Balai Besar Wilayah Su - ngai (BBWS) Citarum Jaya Sam - pur na menambahkan pem ba - ngu nan Waduk Sa da war na yang direncanakan berlangsung 2017 mendatang ini bakal me makan lahan seluas 900 hek ta re, meliputi empat desa di dua ka bupaten, yakni Subang dan Sumedang.

Di Kabupaten Subang, pem - ba ngunan waduk akan men cap - lok lahan dua desa, yakni Sa da - war na dan Cibalandongjaya. Se dangkan di Sumedang, pro - yek yang diklaim mampu me - nga iri lahan pertanian seluas 3.000 hektare di wilayah Su - bang dan Indramayu tersebut, juga memakan lahan dua desa, yakni Suryamedal dan Tanjung.

usep husaeni

Berita Lainnya...