Edisi 21-08-2016
Inspirasi di Bawah Sinar Bulan Purnama


“Satu-satunya yang membatasi kreativitas adalah kemalasan. Merdekalah dengan karya kalian, jangan sampai orang lain menjajah ide-ide kalian,” tutur Ketua Sinema Tihes, Mirsi Nira Onsani,27.

Kreativitas itu melahirkan berbagai macam hal, salah satunya film. Film bukan sekadar durasi dan teknik, melainkan keberanian untuk menyampaikan pesan. Dari sebuah ide gagasan dibenturkan dengan realitas, dibentuk dan dikembangkan menjadi sebuah naskah dan disajikan dengan sinematografi. Tidak sedikit dari mereka yang berkarya melalui film tetapi mendapat minim apresiasi. Film merupakan suatu karya yang utuh.

Melalui banyak tahapan seperti pra produksi, produksi dan pascaproduksi dibutuhkan konsistensi untuk bisa menuangkan ide dalam sebuah film. Film merupakan representasi dari realitas, membentuk suatu gambaran baru dari sisi yang berbeda dari sebuah masalah. Sineas-sineas muda perlu ruang untuk berbagi pengalaman, berbagi kesadaran akan kualitas perfilman yang ada di Indonesia saat ini.

Film Purnamahadir sebagai ruang bagi komunitas-komunitas film yang ada di Jawa Barat untuk berani menampilkan dan mengulas apa sebenarnya makna dari film yang mereka produksi. Film ini merupakan salah satu program kerja dari forum komunitas film Jawa Barat Sinema Tihes yang diselenggarakan di Teater Terbuka Taman Budaya Jalan Bukit Dago Utara Nomor 53, Dago, Kota Bandung.

Berdiri sejak April lalu Film Purnama sudah digelar sebanyak empat kali di setiap pertengahan bulan saat bulan purnama. “Kenapa Sinema Tihes, karena ini sihplesetan dari ‘tea house’. Tempat ini kan dikenal banyak orang namanya Dago Tea House tapi gak tau kenapa susah atau gimana nyebutnya jadi kebanyakan orang ngomongnya tihes,” tutur Mirsi.

Ada sekitar 139 komunitas film yang tergabung dalam forum ini. Selain untuk menayangkan film, Sinema Tihes juga mencoba untuk membuka ruang diskusi terkait dengan film yang ditayangkan dari mulai segi cerita sampai teknik sinematografi yang dimunculkan dalam film tersebut.

“Istilahnya gini, kalian punya film kalian bikin film tapi gak banyak orang tau. Untuk itu kita coba rangkul itu, ayo sini kita bantu untuk banyak orang taukalau kalian punya karya melalui Film Purnamaini,” tutur wanita lulusan Universitas Islam Bandung ini.

HARITS FATHONI
Kota Bandung

Berita Lainnya...