Edisi 21-08-2016
KNKT Belum Tahu Penyebab Kecelakaan


PANGANDARAN– Bangkai pesawat latih yang jatuh di Kampung Pongpok Lalay RT 03/02 Desa Kujang, Kecamatan Karang - nung gal, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya dieva kuasi ke Lanud Wiriadinata Tasikmalaya.

Kepala Bandara Udara Nu sa wi ru Kabupaten Pangandaran Hen - dra Gunawan mengatakan Tim Komite Nasional Ke se la mat an Transportasi (KNKT) yang tiba dilokasi Jumat (19/8) su dah melakukan proses in ves tigasi. “Proses investigasi dan eva - kuasi dipimpin oleh Direktur Ope rasi Perkasa Flight School Capt Irawan Sugondo dan di ha - diri unsur KNKT, Kapolres Ta - sikmalaya, Danlanud Wi ria di - nata Tasikmalaya, unsur BP BD, dan Kapolsek Ka rang nung gal,” kata Hendra.

Hendra menambahkan ber - dasarkan kesepakatan bangkai pe sawat latih Cesna 172 Piper Warior dengan nomor re gis trasi PK-PBG milik Perkasa Flig ht School yang jatuh pada Ka mis (18/8) di evakuasi deng an cara memisahkan per leng kap an ko - mu nikasi pesawat, per leng kap - an kendali pesawat, me sin pes - awat, bahan bakar pe sa wat dan bagian tubuh pe sa wat.

“Bagian tubuh pesawat di la - ku kan pembongkaran dan pe - mo tongan oleh Tim Airframe Po werplant Aircraft Engineer Nu sawiru di bantu oleh pihak TNI/ Polri yang selanjutnya diang kut ke Pangkalan Lapang - an Udara Wiriadinata Ta sik ma - laya,” tambah Hendra. Hal itu dilakukan untuk me - nindaklanjuti investigasi lebih lan jut sampai batas waktu yang be lum bisa ditentukan, se dang - kan potongan tubuh pesawat ter sebut oleh pihak Perkasa Flig ht School akan diserahkan ke pada pihak asuransi.

Sementara itu Tim KNKT sam pai saat ini belum m e mas ti - kan penyebab jatuhnya pesawat la tih jenis Piper PA 28 milik Per - kasa Flight School itu. Padahal, bang kai pesawat telah di eva - kua si ke Lanud Wiriadinata Ko - ta Tasikmalaya untuk dilakukan pe meriksaan lebih lanjut. Dipimpin Kasubkom Pe ne li - ti an dan Investigasi Kecelakaan Pe n erbangan, Komite Nasional Ke c elakaan Transportasi (KN - KT) Masruri investigasi di la ku - kan dilokasi kejadian yang men - da patkan penjagaan ketat dari pi - hak TNI dan Polisi.

Pasalnya lo - kasi kejadian menjadi wahana wi - sata dadakan dengan ba nyak nya ribuan warga berdatangan ing in melihat dari dekat pe sa wat nahas tersebut yang seumur hi dup baru terjadi di daerahnya tersebut. “Pemeriksaan sementara me mang ada dan kami terus me lakukan pengumpulan data, ser ta juga memintai keterangan awak pesawat serta pilotnya.

Kon disi dalam pesawat, ke leng - kapan, mesin, dan sebagainya juga telah dilakukan pe me rik sa - an secara intensif, namun me - mang kami belum bisa me - nyam paikan informasi lebih detil yang mengakibatkan ja - tuh nya pesawat,” ungkapnya. Menurutnya pesawat itu ti - dak dilengkapi Flight Data Re cor - der (FDR) dan Cockpit Voice Re - corder (CVR) meski memang ke - bijakannya pesawat jenis itu be - lum diwajibkan memiliki FDR dan CVR. Bila sudah di leng kapi tentu akan sangat me mudahkan apa yang terjadi pa da saat jatuh akan terekam se mua nya.

“Hasil penelitiannya nanti akan kami sampaikan se te lah semuanya selesai,” sam bung nya. Sementara itu Kapolres Ta - sikmalaya AKBP Nugroho Arian to menyebutkan jika pi - hak nya hanya membantu me l - aku kan pengamanan di lokasi se dangkan untuk mengetahui penyebab lainnya itu menjadi kewenangan dari KNKT.

“Kami hanya membantu pengamanan, namun ber da sar - kan keterangan dua orang siswa yang berada di pesawat, pe sa - wat jatuh pada saat berada di ke - ting gian 1.000 meter karena me sin mati setelah terbang dari Bandara Nusawiru menuju ka - wasan Cipatujah,” ujarnya.

syamsul ma’arif/ nanang kuswara

Berita Lainnya...