Edisi 21-08-2016
Infrastruktur Akses Bandara Tuntas 2019


YOGYAKARTA– Pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo akan dibarengi de - ngan pembangunan infrastruktur pen du - kung lainnya. Sejumlah akses menuju ban - dara diyakini siap digunakan saat bandara dioperasionalkan pada 2019 nanti.

YOGYAKARTA– Pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo akan dibarengi de - ngan pembangunan infrastruktur pen du - kung lainnya. Sejumlah akses menuju ban - dara diyakini siap digunakan saat bandara dioperasionalkan pada 2019 nanti.

Kepala DPUP-ESDM DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan, pada 2016 anggaran pembebasan lahan untuk JJLS di alokasikan dari Danais Rp140 miliar. Pa da 2019 dua lajur JJLS yang mem bentang DIY sepanjang 123 kilometer sudah tersam - bung. Hal ini seiring di ope ra sio - nal kan bandara baru di Ku lon - progo pada akhir 2019.

Na - mun, untuk menjadikan em - pat lajur diperkirakan te r wu - jud pada 2022 mendatang. “Itu dengan ca tatan tidak ada lon - jakan har ga tanah,” sebut Rani. Sementara itu, untuk jalur rel KA dari Stasiun Kedundang- Bandara NYIA sudah mulai ada titik terang. Sebelumnya, dua BUMN terkait yakni PT KAI dan PT Angkasa Pura I seolah eng - gan mengeluarkan anggaran. Ke dua badan usaha milik ne ga - ra (BUMN) dan memilih me - nye rahkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Per - hubungan.

Gubernur DIY Sri Sultan Ha - mengku Buwono (HB) X me ne - gas kan, secara implisit APBD DIY tidak ada anggaran untuk mem bebaskan lahan untuk jalur KA menuju bandara. La - han yang dibebaskan untuk mem buat jalur rel tersebut se - kitar 20 hektare dengan pan - jang sekitar 3-4 km. Bahkan Sultan meny e but - kan, pihak yang bertanggung ja - wab untuk membebaskan lahan adalah BUMN, dalam hal ini ada lah PT AP I dan PT KAI.

Da - lam pembangunan bandara di Kulonprogo ini, Pemda DIY su - dah memfasilitasi. “Kalau kami (Pem da DIY) kan hanya mem fa - si li tasi, yang lain urusan BUMN,” imbuhnya. Kementerian BUMN mengin di kasikan akan ada sinergi an - tar-BUMN dalam proses pem - bebasan lahan untuk jalur ke r - eta bandara di Kulonprogo.

Hal itu dianggap sebagai solusi ka re - na belum adanya kejelasan pembebasan lahan. Staf Khusus 1 Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol me ngatakan, akan ada sinergi an tara PT AP I dan PT KAI untuk pe ngembangan bandara di Ku - lonprogo. “Sistem kerja sama ini akan dibentuk sedemikian rupa supaya semua berpartisipasi,” ujarnya baru-baru ini.

Di tempat yang sama, Di rek - tur Utama PT KAI Edi Sukmoro me nambahkan, sudah ada ko - mit men sinergi BUMN untuk meng gerakkan pembangunan bandara di Kulonprogo. Pem be - bas an lahan yang akan digu na - kan sebagai jalur KA ke bandara akan dilakukan secara berba - rengan. “Kami akan mendu kung PT AP I karena luasan la han yang dibutuhkan cukup lu as,” kata - nya lagi.

Edi menegaskan, pada saat awal yang akan menangani ada - lah PT AP I. Sementara PT KAI dalam operasional kereta ban - dara mendapat tugas sebagai operator, sekaligus mempersiap kan kereta, lokomotif, dan sta siun. “Untuk lahan nanti PT AP I, sama-sama sinergi BUMN,” ujarnya. Sebelumnya diberitakan, Bupati Kulonprogo Hasto War - do yo mengatakan, NYIA yang akan dibangun di Kulonprogo ditargetkan bisa beroperasi pada 2019.

Bahkan, Presiden Joko Widodo meminta pem ba - ngunannya dipercepat. Untuk mendukung bandara baru tersebut, pemerintah pu - sat juga akan memperlebar be - berapa ruas jalan di Kulonprogo. “Pada 2019 bandara diminta harus sudah beroperasi,” imbuh Hasto. Selain pembangunan ban - da ra, kata Hasto, ada beberapa pro yek pembangunan fisik yang harus dikawal dan di se le - saikan. Salah satunya proyek JJLS wajib segera diselesaikan.

Termasuk, jalur utama dari Gam ping sampai bandara ha - rus ada enam jalur yang cukup lebar. Sementara jalan dari Sen - tolo-Nanggulan sampai Ka libawang dan Borobudur harus di - perlebar minimal sama dengan jalan nasional saat ini. “Bebe ra - pa jalur yang banyak kelokan ju - ga harus dibuat lurus,” se but - nya.

JJLS Pendukung Bandara Bisa Tertunda

Pemerintah pusat mela ku - kan pemangkasan anggaran Rp133 triliun untuk belanja dan transfer ke daerah. Kebijakan itu dipastikan berdampak lang - sung terhadap pembangunan di daerah, termasuk DIY. Selama ini, pembangunan infra struk - tur DIY banyak ditopang dari APBN dan swasta.

Kepala Bidang Sarana Pra sa - rana Badan Perencanaan Pem - ba ngunan Daerah (Bappeda) DIY Ni Made Dwi Panti Indra - yan ti mengatakan, adanya efi - siensi anggaran dipastikan ber - pengaruh pada pembangunan infrastruktur di DIY. Proyek yang didanai APBN yang di pas - tikan terhambat adalah pem ba - ngunan JJLS.

Menurut dia, untuk proyek ini penganggarannya sharing antara APBN dan APBD DIY. Untuk pembebasan lahan men - jadi tanggung jawab DIY, se - dangkan pengerjaan fisiknya men jadi jawab pemerintah pu - sat. Ni Made mengutarakan pem ba ngunan fisik JJLS yang mengalami penundaan, antara lain pengerjaan JJLS di kelok 18.

Sesuai rencana, seharusnya dimulai pengerjaan fisik pada 2017, tapi kemungkinan belum dilakukan. “Mundur karena ada reefisiensi APBN,” imbuh Ni Made. Pekerjaan di proyek JJLS yang mengalami penundaan lainnya adalah pembangunan Jembatan Srandakan III.

Pro - yek ini tertunda karena pe me - rin tah pusat lebih mem pri o - ritaskan Jembatan Kretek II yang masih dalam jalur JJLS. “Karena APBN mem prio - ritaskan yang Jembatan Kretek II sehingga Jembatan Sran dak - an III menjadi tertunda juga,” ungkapnya.

ridwan anshori

Berita Lainnya...