Edisi 21-08-2016
Kasus Bunuh Diri Harus Ditekan


BANTUL– Tingginya kasus bunuh diri yang terjadi di Kabupaten Bantul belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Untuk menekan angka kejadian, semua anggota DPRD Bantul pun diajak bersama-sama terlibat memberikan pemahaman kepada warga.

Minimal diberikan kepada masyarakatdisetiapdaerahpemilihan (dapil) anggota Dewan masingmasing. Sebagaimana diketahui, fenomena lari dari masalah dengan cara bunuh diri beberapa tahun terakhir mulai marak di Kabupaten Bantul. Pada 2015 terdapat 17 kejadian, 14 di antaranya dengan cara gantungdiri. Bahkandalamtahun itu satu orang pelakunya merupakan pelajar.

Kemudian, pada 2016 hingga pertengahan Agustus kemarin sudah terjadi 16 kejadian. Sebanyak 11 kasus di antaranya gantung diri. Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo mengatakan, kejadian bunuh diri itu semuanya bergantung pada moral masyarakat sendiri. Terutama bagaimana mereka menghadapi suatu masalah. Untuk mencegah terjadinya kasusbunuhdiriitu, menurutdia, perlu peran semua pihak bukan hanya pemerintah.

“Perlu peran tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama melakukan pembinaan, menguatkan wargasupaya mentalnya kuat dan tidak mudah putus asa saat mengalami masalah,” katanya kemarin. Tak terkecuali wakil rakyat di DPRD Bantul. Para anggota Dewan, harap Hanung, ikut serta berperan mencegah terjadinya kasus bunuh diri.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan salah satunya dengan memberikan imbauan kepada warga di sela-sela waktu melakukan kunjungan resmi. “Misalnya saat berkunjung ke acara kemasyarakatan, disisipkan imbauan kepada warga untuk tidakmelakukanaksinekatbunuh diri,” ungkappolitisiPDIPitu.

Tak hanya di lingkungan masyarakat, pemerintah melalui dinas terkait bisa melakukan pencegahan melalui program pelatihan kepada warga. Bukan hanya keterampilan, tapi pembentukan mental yang kuat sehingga saat usaha jatuhwargatidakmudahputusasa. Pencegahan di lingkungan sekolah dinilai juga perlu dilakukan. Apalagi kasus sebelumnya ada satu korban masih dari kalangan pelajar.

“Di sekolah, guru- guru juga terlibat memberikan penguatan mental kepada anak didik,” tambah Hanung. Anggota Komisi D DPRD Bantul Subhan Nawwawi secara terpisah mengakuprihatindengantingginya kasus bunuh diri di Bantul. Politikus PKB itu melihat kasusbunuhdiriterjadiakibatfaktor fondasi agama yang kurang kuat.

Pihaknya mendukung jika kalangan Dewan harus ikut terlibat dalam menekan angka bunuh diri itu. Minimal dengan memberikanpemahamankepada konstituen di dapil masing-masing. “Ini memang perlu peran semua pihak, baikitutokohagama, tokoh masyarakat, termasuk juga kita yang ada di DPRD Bantul,” ucapnya.

muji barnugroho

Berita Lainnya...