Edisi 21-08-2016
Pawai Pembangunan Ditonton Ribuan Orang


YOGYAKARTA– Ribuan orang menyemut menyaksikan Pawai Pembangunan 2016 dalam rangka memperingati HUT ke- 71 Kemerdekaan RI yang digelar Pemda DIY di sepanjang Jalan Malioboro, kemarin sore.

Pawai tersebut diikuti oleh 2.400 orang yang berasal dari 53 kontingen. Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama pejalan kaki start dari Gedung DPRD DIY dan terdiri atas marching band, prajurit bergodo. Untuk kelompok dua, start dari Kantor Dinas Pariwisata DIY yang diisi atraksi seni budaya. Sementara kelompok tiga start dari halaman Hotel Garuda danhalamanparkirAbubakarAli.

Kelompok terakhir tersebut diisi kendaraan hias. Peserta pawai berjalan menuju ke selatan dan berakhir di Titik Nol atau depan panggung kehormatan di depan Gedung Agung Yogyakarta.“Dipanggungkehormatan, peserta pawai melakukan atraksi di depan Gubernur DIY, Wakil Gubernur, Forkompimda, serta pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD),” kata Kepala Bidang Humas, Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Herwanto.

Herwanto mengatakan, pawaidigelarataskerjasamaBidang Hubungan Masyarakat, Dinas Pariwisata DIY, dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Kegiatan ini bertujuan sebagai aktualisasi semangat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan aktualisasi pembangunan, baik sektor pendidikan, kesehatan, maupun seni budaya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengatakan, pawai ini juga sebagai sarana promosi dan informasi. Sekaligus untuk memberikan hiburankepada masyarakat serta wisatawan. Dalam pawai ini melibatkan sejumlah kesenian tradisional se-DIY. “Kita berikan hiburan gratis kepada warga dan wisatawan,” katanya.

Aris menambahkan, pawai merupakan kegiatan rutin tahunan dengan harapan wisatawan bisa lebih mengenal DIY serta mampu mendongkrak kunjunganwisata.“ SemogaDIYdikenal lebih luas lagi,” harapnya. Gelaran ini yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB cukup menghiburpara wisatawanyangdatang. Bukanhanyawisatawanlokal, juga mancanegara. Terlebih, saat ini adalah masa kunjungan turis asing.

Melalui pawai tersebut, mereka bisa mengenal DIY secara singkat. “Kami terhibur dengan pertunjukan ini. Secara singkat, jadi bisa lebih mengenal Yogyakarta,” puji Peter Martin, wisatawan Eropa Timur yang selalu menyorotkan handycam-nya ke peserta Pawai Pembangunan 2016.

ridwan anshori/ muh iqbal marsyaf

Berita Lainnya...