Edisi 21-08-2016
Pemesannya Berasal dari Penjuru Tanah Air


Papua memiliki kekayaan alam dan adat yang khas. Kebudayaan daerah inilah yang coba dilestarikan Hari Dwi Santoso, 25, dengan membuat kreativitas berakar budaya daerah Papua.

Pemuda yang tinggal di daerah Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, ini berhasil membuat brand clothing Anana Papua atau yang berarti orang-orang Papua. “Tak hanya dipasarkan ke Papua. Saat ini peminatnya sudah dari berbagai daerah, mulai Batam, Gorontalo, hingga Manado. Tapi memang lebih banyak dari Indonesia Timur pemesannya,” kata Hari, yang dibesarkan di daerah Sorong, Papua ini.

Selain ingin dikembangkan ke seluruh penjuru Tanah Air, dia pun berkeinginan agar produknya juga dikenal oleh masyarakat internasional. Apalagi banyak putra daerah Papua yang tugas belajar di negara-negara tetangga. “Kemarin di Australia, ada yang pesan. Tapi karena desainnya terbatas dan kebetulan habis, jadi harus nunggu dulu,” katanya.

Tak sekadar ingin berbakti, membalas jasa daerah tempatnya dibesarkan saja, dia mengaku juga ingin membuktikan bahwa anakanak Papua juga memiliki jiwa kreatif dan wirausaha, seperti halnya daerah-daerah lainnya. “Anak-anak Papua juga bisa seperti anak muda di daerah lain yang wilayahnya sudah berkembang.

Punya daya kreativitas, wirausaha, dan berani bersaing,” tuturnya. Bentuk produknya ini, seperti topi, kaus, jaket, tas, serta cenderamata yang mempunyai kekhasan Papua. Selain desain berupa gambar, juga diberikan tulisan-tulisan daerah atau suku di Papua. Semisal, Ko Trakosong atau bisa diartikan Kamu itu Keren, dan masih banyak lagi.

Salah satu konsumennya, Destianto Indra Putra, 25, pemuda asal Papua yang tinggal di Perum Ayodhya Citra, Sleman, mengatakan desain Anana Papua menurutnya berbeda dengan hasil yang sudah ada di pasaran saat ini. “Desain Papua kan sudah banyak. Tapi kalau ini beda. Simpel saja, saya mau beli karena saya suka dan saya anak Papua,” katanya.

RIDHO HIDAYAT
Sleman

Berita Lainnya...