Edisi 21-08-2016
500 Dosen Lolos Sertifikasi


SURABAYA – Hampir 500 dosen di lingkup Koordinator Perguruan tinggi swasta (Kopertis) Wilayah VII Jatim mendapat sertifikasi dosen. Tahun ini, Koordinator Kopertis VII menargetkan setidaknya ada 1.000 dosen yang mendapatkan sertifikasi.

Koordinator Kopertis wilayah VII Jatim Prof Suprapto mengatakan, pada tahap pertama sertifikasi dosen ini ada 72% dari total sekitar 700 dosen yang diajukan sertifikasi berhasil lolos. Menurutnya, jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 60% dosen lolos sertifikasi. ”Kopertis itu selalu mendorong pada dosen yang berhak mendapatkan sertifikasi. Ini baru saya tahunya Kamis (18/8) kemarin,” katanya.

Dia menandaskan, pada tahun lalu, dosen yang mendapat sertifikasi ada 806 dosen. Untuk itu, Prof Suprapto menargetkan pada tahun ini setidaknya ada 1.000 dosen yang mendapat sertifikasi. ”Saya sangat senang karena tahun ini target saya 1.000 serdos (sertifikasi dosen), sebelumnya 806,” tegasnya.

Disinggung tentang faktor sehingga tahun ini dosen yang lolos sertifikasi lebih banyak, Prof Suprapto mengaku belum tahu pasti. Sebab, dia baru mendapatkan informasi dan belum melakukan pengecekan lebih lanjut. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong dan melakukan pendampingan pada dosen supaya bisa lolos sertifikasi.

Disinggung tentang pengajuan tahap dua, Prof Suprapto mengaku masih belum tahu berapa jumlah dosen yang akan diajukan sebab masih banyak syarat yang harus dipenuhi. ”Pokoknya ada tiga gelombang. Ini baru gelombang pertama dan harapan saya yang data sebelumnya 60% lolos, maka ini harus ada 1.600 yang mendaftar supaya nanti lolosnya 1.000 dosen,” paparnya. Terkait yang tidak lolos, Prof Suprapto mengaku sudah melakukan beberapa evaluasi.

Di antaranya karena banyak dosen yang membuat evaluasi diri mencontoh orang lain, tidak membuat sendiri. ”Masak sama dengan orang lain, makanya Kopertis selalu melatih sebelum didaftarkan, melatih sebelum membuat. Intinya membuat, jangan pencontoh,” sambungnya. Sementara itu, Kepala Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Ketenagakerjaan Kopertis wilayah VII Sudaryanto menjelaskan, gagalnya para dosen ini di antaranya karena rendahnya nilai deskripsi diri, nilai gabungan seperti Bahasa Inggris, dan nilai kompetensi.

Dia menjelaskan, secara nasional 1.580 dosen dari 4.512 dosen dinyatakan tidak lulus karena nilainya rendah. Sementara di wilayah Kopertis VII terdapat 116 dosen dari 401 dosen yang tidak lulus. ”Sebagian besar penyebab gagalnya para dosen itu karena copy paste atau plagiat saat mendeskripsikan diri mereka,” katanya.

lutfi yuhandi

Berita Lainnya...