Edisi 21-08-2016
Pelebaran FR Sisi Barat Terganjal Izin KAI


SURABAYA – Frontage road (FR) Jalan Ahmad Yani sisi barat, tepatnya depan Royal Plaza untuk sementara belum bisa dilakukan. Penyebabnya, belum terbitnya izin dari PT KAI. Restu otoritas perkeretaapian itu mutlak lantaran pelebaran menyangkut rel serta pelebaran palang pintu kereta api.

Selagi perizinan belum turun, kemacetan arus lalu lintas akan terus terjadi, terutama saat jam-jam sibuk. Pemkot sudah berupaya maksimal untuk mendapatkan izin. Ini tak lepas dari upaya melanjutkan proyek jalan FR. Proyek ini berdampak harus mundur dan gesernya palang lebih ke barat, lalu pos perlintasan kereta apinya juga akan dipinggirkan ke arah barat.

Karena jalan akan dibuat jadi lebih lebar, pemkot juga sedang mengajukan tambahan satu palang pintu kereta lagi. Khususnya untuk pengamanan arus lalu lintas dari arah Jalan Mayangkara. ”Karena jalannya kan memang dibuat lebih lebar, sekitar 18 meter. Jadi, kita sedang mengajukan tambahan palang pintu lagi,” kata Pelaksanaan Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat, kemarin.

Dalam pengujian itu, satu di antara palang pintu kereta itu akan dikelola oleh pemkot. Sebab sesuai ketentuan, Ditjen KAI tidak mau mengelola dua palang perlintasan pintu kereta. Jadi, salah satu dari dua palang pintu itu akan dikelola pemkot. ”Dalam pengajuan itu juga disampaikan bahwa untuk pembangunan pos kereta baru nanti akan dilakukan oleh pemkot,” sambungnya.

Irvan mengakui, proses perizinan butuh waktu lama. Menurutnya, perizinan diajukan sejak pertengahan tahun lalu. Namun, hingga Ini belum juga turun. Tim Dishub sudah berulang kali bolak-balik Jakarta- Surabaya untuk melakukan pengumpulan berkas.

Soeprayitno

Berita Lainnya...