Edisi 21-08-2016
Polisi Berjaga di Sumur Minyak Sukowati


BOJONEGORO – Jajaran Polres Bojonegoro mengamankan lapangan B sumur minyak Sukowati di Desa Ngampel dengan menerjunkan 10 personel setelah sejumlah warga menghadang alat berat.

”Penempatan petugas hanya untuk mencegah kasus penghadangan alat berat tidak berkembang,” kata Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda) Polres Bojonegoro Kompol Agus Wahono, di lokasi lapangan B Sukowati, kemarin. Menurut dia, pada Kamis (18/8) sejumlah warga Desa Ngampel menghadang alat berat ”rig” yang akan masuk lapangan B Sukowati.

Ketika itu, anggota polres berhasil bernegosiasi dengan warga sehingga alat berat ”rig” tetap bisa masuk ke lapangan B Sukowati. Namun hari ini sebuah truk bermuatan ”rig” yang akan masuk ke lapangan B Sukowati kembali dihadang sempat terhenti di depan pintu masuk sekitar tiga jam. Truk akhirnya kembali ke lapangan A di Desa Campurejo, Kecamatan Kota.

”Warga melarang ‘Joint Operating Body’ (JOB) Pertamina- Petrochina East Java (PPEJ) membawa alat berat masuk lapangan B Sukowati sebelum membayar dana tali asih selama tiga bulan,” jelas Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Pudjianto. Menurut dia, warga berani menghadang truk karena jalan masuk menuju lapangan B Sukowati merupakan tanah kas desa (TKD) Ngampel.

Sesuai kesepakatan pada 2013, warga seharusnya berhak atas dana tali asih sebesar Rp75 juta. ”Besarnya dana tali asih disepakati Rp75 juta karena JOB PPEJ melakukan pengeboran sumur minyak di lapangan B dalam kurun waktu September, Oktober dan November pada tahun 2015,” jelas dia.

Rencananya warga, pihak desa, dan Manajemen JOB PPEJ akan melakukan pertemuan di mapolres untuk menyelesaikan permasalahan dana tali asih. Ia mengharapkan JOB PPEJ bisa langsung memberikan dana tali asih selama tiga bulan, tanpa melalui sistem termin. Field Administrations Superintendent JOB PPEJ Akbar Pradima sebelumnya, menyatakan akan mencairkan dana tali asih itu kalau ada tagihan resmi dari pihak desa.

”Karena penyaluran dana tali asih itu harus dipertanggungjawabkan, kami telah meminta pada Kades dan perangkat Desa Ngampel untuk segera membuat tagihan. Tentu harus disertai bukti-bukti kegiatan,” kata dia.

Ant

Berita Lainnya...