Edisi 21-08-2016
120 Rumah Terbakar di Belawan, 1 Tewas


MEDAN – Sedikitnya120rumah warga di Lingkungan 29, Lorong Pemancar dan Lorong Supir, Kelurahan Belawan Satu, Kecamatan Medan Belawan, ludes terbakar, Sabtu (20/8).

Seorang warga tewas terkena serangan jantung karena melihat rumahnya habis dilalap api. Penyebab kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut belum diketahui pasti. Hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, api belum berhasil dipadamkan oleh tim Pengendali dan Pemadam Kebakaran (P2K) Pemko Medan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan, serta warga sekitar.

Camat Medan Belawan, Rudi Lubis memaparkan, belum mengetahui ada-tidaknya korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Namun, seorang warga yang diketahui bernama, Burhan, 60, mendadak tewas karena serangan jantung setelah melihar rumahnya salah satu di antara ratusan rumah yang terbakar. “Bapak itu meninggal karena serangan jantung setelah melihat rumahnya luluh lantak dilalap api,” kata Rudi Lubis, kemarin.

Rudi mengatakan, petugas pemadam kebakaran kesulitan memasuki kawasan permukiman penduduk unntuk memadamkan api. Selain karena warga ramai menyaksikan kejadian itu, jalan menuju lokasi kebakaran juga sempit dan berlikuliku. “Areal perkampungan ini memang sangat padat penduduk makanya mobil pemadam kebakaran sangat sulit masuk,” ujarnya.

Kebakaran tersebut mengakibatkan sedikitnya 200 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.200 jiwa warga setempat akan kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan. Dia berharap Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan warga setempat bisa segera memberikan bantuan kepada para korban. “Malam ini juga akan kami dirikan posko kebakaran untuk menampung informasi dan bantuan dari Pemko Medan serta warga,” katanya.

Sementara Perwira Unit (Panit) I Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Belawan, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Edi Suranta memaparkan kepada wartawan, jumlah seluruh rumah yang terbakar dan penyebabnya masih dalam penyelidikan karena hingga tadi malam api belum bisa dipadamkan.

Polisi juga belum bisa mengetahui secara pasti apakah ada korban atau tidak karena petugas pemadam kebakaran masih berupaya maksimal untuk memadamkan api. “Sejauh ini belum ada korban yang kami ketahui karena apinya masih menyala dan belum bisa dijinakkan,” ujarnya. Seorang warga setempat, M Zain Hasibuan, 40, mengatakan, api mulai muncul dari salah satu rumah milik warga yang berada di sebelah barat atau dari arah laut.

Padatnya lokasi perkampungan membuat api dengan cepat menyambar rumah yang berdampingan langsung dengan sumber api tersebut. “Angin yang datang dari laut sangat kencang di kawasan ini. Mungkin karena itulah api dengan mudah menyambar ke rumah lain. Apalagi rumah di sekitar sini berdempetan dan pada umumnya terbuat dari kayu,” kata dia.

frans marbun

Berita Lainnya...