Edisi 21-08-2016
Alliance Fraincaise Medan Ikut Rayakan HUT RI


MEDAN – Alliance Fraincaise (AF) Medan ikut merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Sabtu (20/8) di kantornya Jalan Hasanuddin No 5 B Medan.

Sejak siang hingga sore, organisasi internasional yang bertujuan mempromosikan bahasa dan budaya Prancis di seluruh dunia itu memperlombakan permainan khas perayaan 17 Agustus, seperti lomba makan kerupuk dan lari membawa guli. Koordinator Komunikasi dan Kebudayaan AF Medan Hilyah Amalia mengatakan, perlombaan yang digelar merupakan bagian dari social club yang dilakukan di AF setiap dua bulan sekali.

Social club merupakan kegiatan berkumpul untuk melatih kemampuan berbahasa Prancis yang juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti pemutaran film dan konser musik dalam waktu dekat. Karena Agustus bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI, maka AF ingin menghadirkan euforianya dengan menggelar berbagai perlombaan. “Peserta perlombaan merupakan pelajar yang ikut kursus di AF Medan dan masyarakat umum.

Bagi peserta yang memenangkan perlombaan akan membawa pulang hadiah menarik, seperti aneka miniatur Menara Eiffel,” kata Hilyah. Direktur AF di Medan Thomas Simoes mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan AF di Medan terhadap kemerdekaan Indonesia. AF Indonesia yang telah menjadi bagian dari Indonesia selama 35 tahun menilai kegiatan tersebut cukup penting sebagai perwujudan kerja sama antara Indonesia dan Prancis.

“Khusus bagi saya yang sudah berada di Indonesia bertahun-tahun, kegiatan ini sangat menyenangkan karena saya juga sudah merasa menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Thomas menjelaskan, AF di Medan merupakan pusat bahasa Prancis satu-satunya yang mendapatkan diploma resmi dari negara Prancis. Ada berbagai jenis kelas bahasa disediakan mulai dari usia tiga tahun hingga 75 tahun.

“Kami juga bekerja di bidang kebudayaan. Kami menggelar berbagai kegiatan untuk memperkenalkan kebudayaan Prancis,” katanya. Menurut dia, kemampuan berbahasa Prancis saat ini sangat diperlukan. Seperti di Bali dengan sekitar 3.000 orang Prancis berdomisili di sana menunjukkan peran Prancis dalam pembangunan di wilayah tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.

Untuk 20 tahun ke depan, dia meyakini bahasa Prancis akan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan, menyaingi bahasa Inggris dan Mandarin. Sebab, masyarakat di banyak negara di Afrika, Belgia, Kanada, Switzerland, menggunakan bahasa Prancis. “Jadi kemampuan berbahasa Prancis merupakan salah satu investasi bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia,” ucapnya.

syukri amal

Berita Lainnya...