Edisi 21-08-2016
Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga Segera Disidangkan


MEDAN – Kasus dugaan korupsi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sibolga segera memasuki ranah peradilan setelah pihak penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) melimpahkan berkas perkara bersama tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan dan pembangunan rusunawa di Kota Sibolga ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Bobbi Sandri menyebutkan, penyidik sudah melimpahkan berkas dua tersangka ke JPU, Jumat (19/8). Saat ini JPU sedang memproses kelengkapannya untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Jaksa saat ini tengah meneliti dan mempelajari berkasnya untuk dilengkapi. Berkas akan dilimpahkan ke PN Medan secepatnya, mungkin pekan depan,” kata Bobbi Sandri di Medan, Sabtu (20/8). Untuk diketahui, pada kasus tersebut Kejati Sumut menetapkan dua tersangka, yakni mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Pemko Sibolga Januar Effendi Siregar, dan Adely Lis selaku rekanan.

Kini JPU tengah membuat dakwaan untuk kedua tersangka yang telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Medan. Januar Effendi Siregar resmi ditahan Kejati Sumut pada Jumat (17/6), sedangkan Adely Lis ditahan Senin (13/6). Kepala Sub Divisi Humas Kejati Sumut Yosgernold Tarigan mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Kedua tersangka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggelembungan pengadaan tanah sarana perumahan dan perkantoran seluas kurang lebih 7.171 meter persegi di Jalan Merpati-Jalan Mojopahit, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan pada Pemko Sibolga senilai Rp5,312 miliar.

Keduanya menjadi tersangka setelah pihak Kejati Sumut mendalami kasus dugaan penggelembungan harga pembelian lahan dari pemilik tanah, yaitu Adely Lis sehingga merugikan keuangan negara. Awalnya tanah itu dibeli dengan harga Rp1,5 miliar kemudian berikutnya Rp5,3 miliar. “Total dana yang dibayarkan Rp6,8 miliar dari APBD Sibolga tahun 2012,” ucapnya.

syukri amal

Berita Lainnya...