Edisi 21-08-2016
Kelurahan Bandung Jadi Kampung Batik


TEGAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akan menjadikan Kelurahan Bandung, Tegal Selatan sebagai Kampung Batik dan sentra pedagang kaki lima (PKL). Di wilayah itu akan didirikan Galeri Batik untuk menarik wisatawan.

Camat Tegal Selatan Herlien Tjokrowati mengatakan sejumlah pembangunan infrastruktur akan dilakukan, terutama untuk mengangkat potensi yang dimiliki yakni keberadaan perajin batik. “Nantinya akan dibangun Galeri Kampung Batik dan sentra PKL untuk mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Herlien kemarin.

Kampung Batik akan didirikan melalui kerja sama pemkot dengan Kementerian BUMN dan program Corporate Social Responsilility BNI 46. Adapun teknis pendiriannya nanti melalui beberapa tahap. Tahap awal melaksanakan capacity building, yakni memberikan pelatihan kepada perajin mengenai teknik perwarnaan, manajemen pemasaran dan manajemen kemasan, sehingga diharapkan perajin batik menghasilkan kain batik berkualitas yang dapat memenuhi selera pasar.

Setelah tahap itu nanti baru dibangun sarana prasarana fisik untuk menunjukkan identitas Kelurahan Bandung sebagai kampung batik. Selain sentra ekonomi, pemkot juga akan mendirikan GOR mini sebagai fasilitas publik. GOR diharapkan bisa menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan warga.

“Jadi Kelurahan Bandung akan memiliki fasilitas olahraga sendiri berupa GOR mini,” ujarnya. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kota Tegal Supriyanta mengatakan pembangunan GOR mini akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Yang jelas sudah masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur oleh pemkot,” ucapnya. Selain dapat dimanfaatkan oleh warga, dia juga memastikan pengelolaan GOR nantinya juga akan melibatkan warga sekitar. “Warga akan dilibatkan baik untuk petugas parkir maupun petugas pengamanan,” kata Supriyanta.

farid firdaus

Berita Lainnya...