Edisi 21-08-2016
Masa Kejayaan Pelabuhan Sibolga Bakal Terulang


SIBOLGA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pemancangan pertama pertanda dimulainya pengembangan dan perluasan Pelabuhan Sibolga, Sabtu (20/8).

Jika proyek senilai Rp298 miliar tersebut sudah selesai maka masa kejayaan Pelabuhan Sibolga pada masa lalu akan kembali terulang. Pemancangan pertama pengembangan Pelabuhan Sibolga dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, dan Direksi PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, saat ini pemerintah fokus membangun sejumlah infrastruktur, termasuk pengembangan Pelabuhan Sibolga yang sangat dibutuhkan peningkatan fasilitasnya untuk mendukung kelancaran pasokan dan keluarnya barang, khususnya di 19 kabupaten/ kota yang ada di sekitarnya.

“Dari hitung-hitungan dan kalkulasi, ini pelabuhan yang sangat penting untuk mentransfer barang-barang terutama dari Sibolga ke Nias atau dari luar masuk ke Sibolga atau ke kabupaten/kota sekitar, sehingga perlu untuk dikembangkan. Kenapa, karena apa pun itu, transportasi laut biayanya paling murah.

Maka itu, saya perintahkan Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan supaya mengembangkan pelabuhan ini segera karena sudah lama sekali tidak pernah disentuh,” kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menargetkan pengembangan Pelabuhan Sibolga ini selesai pada akhir 2017. Luas pelabuhan nantinya hampir tiga kali lipat dari sekarang ini.

Pada bagian lain, Presiden Jokowi juga meminta agar pengembangan industri perikanan seperti cold storage atau pengalengan ikan diperhatikan juga. “Industri perikanan ini bisa dari Pelindo atau Kementerian BUMN. Sehingga ke depan, Sibolga akan menjadi pelabuhan yang menjanjikan secara ekonomi atau menjadi kawasan potensial,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengaku sudah lama mengetahui keberadaan Pelabuhan Sibolga dari sisi historisnya. Kawasan ini dulunya merupakan sentra perdagangan dan jasa di kawasan hinterland . Tentunya, dengan letak yang strategis, sudah selayaknya Pelabuhan Sibolga dikembangkan guna kelancaran arus masuk dan keluar barang di kawasan itu.

“Demikian juga dengan Bandara FL Tobing Pinangsori juga akan dikembangkan pada 2017 mendatang, terutama terminalnya. Sehingga akan lebih dapat dioptimalkan untuk kelancaran arus penumpang di kawasan Pantai Barat Sumut,” ucapnya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya mengakui bahwa pengembangan pelabuhan di Sumut sangat diperlukan, termasuk di kawasan Pantai Timur Sumut seperti Belawan, Kuala Tanjung, dan Pelabuhan Sibolga yang berada di Pantai Barat.

“Untuk tahapan awal akan dibangun terminal penumpang dua lantai, penambahan panjang dermaga feri, pengerukan laut, serta pembangunan sejumlah fasilitas untuk melengkapi kelancaran pelayanan jasa kepelabuhanan,” ungkapnya. Sementara dana yang akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan Rp289 miliar yang sumbernya dari PT Pelindo I. Pengembangan pelabuhan tersebut untuk menggalakkan potensi perdagangan, pariwisata, dan potensi lainnya di Kota Sibolga.

Dengan begitu, dapat dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan daerah di sekitarnya. Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi berharap Pelabuhan Sibolga kembali kepada masa kejayaannya dulu. Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas dimulainya pembangunan perluasan Pelabuhan Sibolga.

“Harapan kita bersama dapat lebih memacu pengembangan wilayah dan sekaligus di pantai barat serta mewujudkan kembali Pelabuhan Sibolga sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan Pantai Barat Sumut. Sehingga konektivitas barang ke Sumut dapat disalurkan lewat Pelabuhan Sibolga,” ucapnya.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk juga berharap dengan program pengembangan kawasan itu, Pelabuhan Sibolga dapat ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pantai Barat Sumut. “Pelabuhan Sibolga nantinya sudah dapat disinggahi banyak kapal-kapal besar, suplai barang ke wilayah Kepulauan Nias dan sekitarnya semakin lancar dan laju inflasi dapat ditekan,” katanya.

Syarfi juga mengharapkan kunjungan Presiden Jokowi ke Kota Sibolga akan membawa angin segar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sejalan dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur lainnya, seperti di Bandara FL Tobing Pinangsori, Tapanuli Tengah (Tapteng), serta pembangunan jalan layang Batu Lobang.

“Setelah kunjungan Presiden Jokowi, pembangunan Bandara Pinangsori, jalan layang Batu Lobang, jalan nasional dari Sibolga hingga Sumatera Barat, serta dari Sibolga hingga batas Aceh segera terbangun,” paparnya. Dirut PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana menuturkan, pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Sibolga dibagi dalam empat kluster dimulai pembangunan terminal dua lantai.

Kemudian, pengerukan kawasan pelabuhan, menambah panjang dermaga khususnya dermaga feri, pematangan tanah di lokasi, termasuk mendatarkan bukit Pulau Herek, serta pembangunan gedung kantor serta sejumlah fasilitas untuk mendukung kelancaran layaknya pelabuhan.

Masyarakat Temui Presiden Jokowi

Setelah dari Pelabuhan Sibolga, Presiden Jokowi yang hendak melanjutkan perjalanan ke Puskesmas Aek Habil sudah ditunggu masyarakat Kota Sibolga di tengah jalan. Mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi pun terjebak di antara kerumunan warga. Masyarakat Sibolga yang menyemut serta-merta memanggil nama presiden.

Presiden Jokowi pun seperti kebiasaannya membagi-bagikan hadiah kenang-kenangan berupa buku tulis dan kain sehingga membuat Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) menjadi kewalahan. Salah seorang ibu rumah tangga yang juga pengawas di Dinas Pendidikan Pemko Sibolga Riwayeti Boru Simatupang berhasil mendapatkan hadiah kenang-kenangan dari Presiden Jokowi. Dia mengaku sangat senang dan bangga mendapatkan kenang-kenangan langsung dari tangan presiden.

jonny simatupang

Berita Lainnya...