Edisi 21-08-2016
Korban Ledakan Gas Meninggal


LUBUKLINGGAU- Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Kota Lu - buklinggau, Hasan Basri, 55, salah satu korban ledakan gas elpiji 3 kg, akhirnya me ning - gal.

Korban sebelumnya di ra - wat setelah 98% tubuhnya ter - ba kar dalam ledakan gas saat persiapan hajatan di rumah tetangganya, Jumat (19/8). Pria kelahiran Sadu, 15 Ma - ret 1960 ini meninggal dini ha - ri kemarin di Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau. Dia di la - ri kan ke rumah sakit pu - kul 15.00 WIB usai kejadian le - da kan gas elpiji 3 kg.

Hasan Basri merupakan ko rban dengan luka bakar ter - pa rah, karena memang Hasan Basri yang melakukan per gan - tian tabung gas sesaat sebelum kejadian. Pantauan KORAN SINDO PALEMBANG sekitar pukul 10.00 WIB, Wakil Wali Kota Lubuklinggau beserta sejumlah pejabat, kepala sekolah, guru, dan siswa SMPN 13 Lu - buklinggau, terlihat me la yat ke rumah duka di Jalan Pus kes - mas Taba, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuk ling - gau Timur II.

Istri dan kelima anak kor - ban serta rekan-rekan sejawat almarhum dan anak didiknya pun ikut menghantarkan jena - zah ke tempat peristrahatan terakhirnya di TPU Keramat. Sang putra sulungnya pun terlihat memegangi foto al - mar hum dari rumah duka sam pai ke pemakaman ayah - nya.Berdasarkan keterangan beberapa sumber me ne ran g - kan, bahwa korban sore itu ber - niat mengganti tabung gas yang sudah habis dengan ta - bung gas yang baru.

Namun kor ban yang mendengar ada bunyi kebocoran gas, kemu - dian merendam tabung gas ter se but ke dalam tempat pe - nampungan air. Namun nahas gas yang su - dah menyebar di dalam rua - ngan dapur tersambar api dari kompor lainnya, sehingga se - ketika ruangan dapur terjadi ledakan. ”Uak saya ini jadi kor - ban yang paling parah, karena dia yang mengganti tabung gas yang bocor itu.

Badanya ter ba - kar semua, hingga akhirnya ta - di pagi meninggal di rumah sa - kit,” kata Herlia Wulandari, 22, keponakan korban. Dikatakan Herlia, awalnya tidak mengetahui jika uaknya menjadi korban kebakaran ter sebut. Dirinya baru me nge - ta hui hal tersebut setelah mem baca berita da - ri SINDOnews.com kemarin malam.

”Aku tidak tahu kalau uak jadi korban juga, aku baru tahu setelah baca di SINDO tadi malam, setelah baca itu kami sekeluarga langsung ke rumah sakit,” ujar mahasiswi STKIP PGRI Lubuklinggau itu. Hasan Basri tercatat se ba - gai guru PNS di Kota Lu buk - ling gau. Sebelumnya al mar - hum merupakan PNS di Bang - ka Belitung pada tahun 1984- 1990, kemudian 1990 pindah ke Lubuklinggau.

Almarhum pernah menjadi guru di SMP Negeri 3 Lubuklinggau pada 1990-2006, kemudian di - angkat menjadi Kepala SMPN 10 Lubuklinggau 2006-2007, lalu Kepala SMPN 9 Lu buk - linggau dari 2007/2008, se te - lah itu kembali menjadi guru biasa di SMPN 5 Lubuklinggau 2008-2013.

Terakhir almarhum Hasan Basri diangkat oleh Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Pu - tra Sohe menjadi Kepala SMPN 13 Lubuklinggau sejak tahun 2014. Kepergian ayah lima anak ini meninggalkan duka men da - lam bagi keluarga besar SMPN 13 Kota Lubuklinggau, ka re na para guru dan siswa se ko lah ini baru saja merayakan ke mer de - kaan RI bersama al mar hum di sekolah.

”Kami ti dak me - nyangka bapak me ning gal, pa - dahal kemarin 17-an kami masih melaksanakan lombalomba di sekolah, kami sangat berduka, semoga bapak kepala sekolah masuk surga,” ungkap Dewi Indah Sari, salah satu siswi SMPN 13 Lubuklinggau.

sri prades

Berita Lainnya...