Edisi 21-08-2016
Merias Pengantin


Pengantin terutama perempuan akan menjadi pusat perhatian dalam pernikahan. Tata rias menjadi elemen utama dalam momen sakral ini. Make Up Artist dari Dahayu, Ika Pramesti mengungkapkan, riasan menyesuaikan konsep pernikahan yang diusung.

Masingmasing memiliki tingkat kesulitan berbeda agar pengantin tampil sempurna. “Gaya internasional, tradisional maupun muslim memiliki kerumitan tersendiri,” ujarnya. Merias pengantin konsep islami ternyata menjadi tantangan paling berat. Gaya islami dinilai sedang digemari calon pengantin belakangan ini meski keseharian pengantin belum berjilbab.

“Ada aturan yang tidak boleh dilanggar seperti tidak boleh mencukur alis, tidak boleh mengenakan bulu mataataumenambahkan rambutcepol.” “Pengantin muslim syari memang tidak mengizinkan ada tambahan apa pun,” paparnya. Padahal dasar riasan baik acara formal maupun kasual menitikberatkan pada mata.

Kekuatan riasan mata akan memberikan nilai plus dalam penampilan secara keseluruhan. Ika akan menerapkan teknik agar riasan pengantin muslim tampil maksimal. “Teknik conturing yang tidak mencukur alis tapi memberi kesan seperti dicukur. Jadi alis terlihat rapi dan apik,” ucapnya.

Pengantin kini tidak mau ribet dan lebih memilih simpel dalam pelaksanaan pernikahan. Untuk jilbab lebih bermain dalam pemilihan warna dan tidak terlalu bertumpuk. Jilbab bertumpuk memberi kesan berat terlebih untuk durasi resepsi pernikahan yang lama. “Dua lapis kerudung dalam warna senada banyak dipilih.

Sentuhan glamour diberikan headpiece yang menghiasi kepala. Headpiece dari payet atau kristal menjadi aplikasi pas dalam keseluruhan penampilan,” papar Ika. Warna-warna pastel masih digunakan seperti putih, off white dan krem.

Meski begitu, pengantin nuansa islami tidak membutuhkan waktu lama dibandingkan pengantin Jawa. Adalah Paes Ageng Yogya yang membutuhkan waktu lebih lama dalam merias. Pakem dalam tata acara adat Jawa yang membuat riasan lebih detail.

hendrati hapsari

Berita Lainnya...