Edisi 02-09-2016
Petrokimia Gresik Sabet Juara II di Ajang PR Awards


GRESIK – Prestasi kembali ditorehkan PT Petrokimia Gresik di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Public Relations Awards & Summit (IPRAS) ke- 5, pabrik pupuk itu meraih juara II kategori Korporasi BUMN untuk program Petropreneur .

Penghargaan ini diserahkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan diterima Sekretaris Perusahaan PG Wahyudi kemarin. IPRAS merupakan wahana apresiasi bagi praktisi kehumasan di Indonesia yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS). Tahun ini SPS memberikan penghargaan kepada program kehumasan inspirasional dengan tema Karya Inspirasional untuk Bangsa .

Acara ini dihadiri sejumlah tamu kehormatan, yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo, dan Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama. Sekretaris Perusahaan PG Wahyudi mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pihak eksternal terhadap kampanye yang di-lakukan Departemen Humas PG (PR Campaign) untuk program Petroprenuer, yaitu program pembinaan koperasi karang taruna yang berada di desa/kelurahan wilayah sekitar perusahaan.

”Program ini terbukti mampu menjadi lokomotif yang membawa berbagai inspirasi dan perubahan, baik secara sosial maupun ekonomi, khususnya bagi pengurus dan anggota koperasi serta masyarakat sekitarnya,” ungkap dia. Dijelaskannya, setelah melewati berbagai tahap seleksi oleh dewan juri, program Petropreneur berhasil menjadi salah satu program inspiratif yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat.

Ada empat unit koperasi yang dibina Petro. ”Bila pembinaan dilakukan sejak dari nol hingga berkembang seperti saat ini. Bergerak di berbagai bidang usaha, kini mereka beromzet puluhan bahkan ratusan juta rupiah per bulannya,” kata Wahyudi. Manajer Humas Yusuf Wibisono menambahkan, keempat koperasi itu adalah Koperasi Tunas Harapan di Desa/Kelurahan Tlogopojok.

Koperasi yang dibina PG sejak 2013 ini bergerak di bidang jasa tenaga kerja, pembuatan kain majun, pelat nomor, dan pagar. Total omzetnya rata-rata Rp15 juta per bulan. Kedua adalah Koperasi Pemuda Gangsar di Desa/Kelurahan Roomo. PG membina koperasi ini sejak 2014 yang bergerak di bidang jasa tenaga kerja dan katering dengan omzetnya mencapai Rp 200 juta per bulan.

Ketiga, kata Yusuf, Koperasi Cinta Indonesia di Desa/Kelurahan Ngipik. PG membina koperasi ini sejak 2015 yang bergerak di bidang konveksi, digital printing , sablon, dan periklanan dengan omzet mencapai Rp29 juta per bulan. Terakhir, Koperasi Mitra Jaya di Desa/Kelurahan Lumpur. Koperasi ini dibina sejak 2015 yang bergerak di bidang tenaga kerja, katering, konveksi, jualan pulsa, serta jasa pengurusan pajak dengan omzet rata-rata Rp40 juta per bulan.

”Kami akan terus meningkatkan pembinaan kepada masyarakat sekitar perusahaan dengan tujuan agar dampaknya bisa dinikmati khalayak yang jauh lebih luas lagi,” tutur Yusuf.

ashadi ik

Berita Lainnya...