Edisi 19-09-2016
Manajemen Risiko Picu Ilmu Praktis


YOGYAKARTA– Pengetahuan akan manajemen risiko dinilai perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.

Melalui penguasaan manajemen risiko, diharapkan mahasiswa memiliki keilmuan praktis saat menghadapi berbagai tantangan dan persoalan. “Bagi kami sendiri di program magister, pengetahuan akan ma najemen risiko cukup pen - ting. Karenanya, baik di prodi ma gister teknik industri mau - pun di magister teknik informatika, kami memiliki mata kuliah khusus manajemen risiko.

Dengan memahaminya kami ber harap mahasiswa kami bisa me ningkatkan pengetahuan tek nis secara komprehensif,” ka ta Direktur Program Pas ca - sarjana FTI Universitas Islam Indonesia (UII) Dr Teduh Dirgahayu ST MSc, kemarin. Kepada wartawan di Kam - pus UII, Teduh menuturkan, asumsi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan dapat lebih baik dari saat ini. Untuk itu ber - bagai perusahaan dapat be rkem bang lebih baik.

Dengan stra tegi manajemen risiko yang ba ik, perusahaan dapat berja - lan dan tidak akan terlalu terganggu dengan tantangan-tantangan yang ada ataupun akan dihadapi. “Manajemen risiko tidak hanya sebagai strategi ke depan, tapi bisa juga meninjau kembali strategi yang telah diterapkan. Sehingga dapat lebih relevan dengan situasi yang berkembang. Kami ingin para mahasis - wa kami bisa memiliki pe nga - laman teori maupun praktis ter - kait manajemen risiko ini,” ucapnya.

Guna membuka wawasan yang luas terkait manajemen risiko, Pascasarjana FTI UII pun menggelar kuliah perdana ber - tajuk Penerapan Manajemen Ri - siko pada Perkembangan Pe ru sahaan Asuransi di Indonesia . Salah satu pembicara dalam kuliah per dana tersebut ialah Direktur PT Asuransi Jiwasraya, Mu ha - mad Zamkhani. “Manajemen risiko merupakan hal yang wajib diterapkan oleh seluruh perusahaan atau - pun industri, termasuk perbankan.

Hal ini untuk mengu - bah budaya yang biasanya reaktif menjadi budaya antisipatif. Apalagi seperti kami di industri perbankan, di mana dana dari publik dikumpulkan. Manaje - men risiko inilah untuk mencegah kegelisahan atau kegoncangan,” ungkap Zamkhani.

Menurut dia, perusahaan di industri perbankan setiap ta - hunnya wajib melaporkan str a - tegi manajemen risiko mereka ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajemen risiko sen - di ri baginya sangat perlu guna mengetahui mana saja risiko yang bisa dihindari, diantisipasi atau bahkan ditransfer. Dengan manajemen risiko pula, risiko yang tidak dapat dihindari bisa diminimalisasi.

“Kami hadir untuk berbagi pengetahuan praktis dengan mahasiswa UII. Dengan me - nge tahui apa dan bagaimana itu manajemen risiko, harapannya para mahasiswa bisa memiliki gambaran terkait karier dan peran mereka dalam dunia kerja. Apalagi di tiap keilmuan, sebenarnya manajemen risiko selalu punya peran,” tuturnya.

ratih keswara

Berita Lainnya...