Edisi 12-10-2016
Ekspor DIY Terbanyak Melalui Tanjung Emas


YOGYAKARTA– Pengiriman ekspor DIY saat ini masih bergantung tiga pelabuhan besar yang ada di Pulau Jawa.

Ke tia - da an pelabuhan laut di wi la - yah ini memang menjadi ken - dala utama peningkatan eks - por di wilayah ini. Pe ning kat - an biaya operasional di pas ti - kan selalu terjadi jika ingin melakukan ekspor. Kepala Badan Pusat Sta tis - tik (BPS) DIY Bambang Kri s ti - ya wan mengatakan, pelabuhan laut masih menjadi pilihan uta ma untuk mengirimkan ko moditas ekspor dari DIY. Ke tiadaan pelabuhan laut yang bisa untuk bongkar muat barang memang masih menjadi kendala utama untuk eks - por di DIY.

Keberadaan Ban da - ra Internasional Adisutjipto hanya dimanfaatkan sedikit oleh eksportir. “Dari bandara pe ngirimannya lebih sedikit jumlahnya dibanding melalui pelabuhan laut,” paparnya. Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang Jawa Tengah ma - sih menjadi pelabuhan utama pengiriman ekspor di DIY.

Si - sanya dikirim melalui pe la - buh an Tanjung Priok, Ban da - ra Soekarno-Hatta, Pe la buh - an Udara Halim Per da nakusuma. Tidak sedikit pula eks por - tir yang memanfaatkan pe la - buhan Tanjung Perak dan Ban - dara Juanda Surabaya untuk mengirimkan barang mereka. BPS mencatat, pada Agus - tus 2016 lalu ekspor DIY yang di kirim melalui pelabuhan Tan jung Emas Semarang men capai USD16,6 juta.

Ju m - lah tersebut mendominasi se - lu ruh pengiriman ekspor DIY, yaitu 65,42% ekspor DIY di ki - rim melalui Tanjung Emas. Ba - rang yang dikirim melalui be - berapa pelabuhan dan banda - ra di Jakarta mencapai USD7,7 juta atau 30,27%. Barang yang dikirim me la - lui Yogyakarta sendiri, yaitu me lalui Bandara Adisutjito men capai angka USD773.863 atau sebesar 3,04% dari total eks por DIY.

Porsi ekspor me la - lui Jawa Tengah memang pa - ling besar, yaitu sebesar 65,42% karena jaraknya me - mang lebih dekat jika ditempuh dengan perjalanan darat. Barang yang dikirim melalui Ja karta hanya 30,27%, dan me lalui Bandara Adisutjipto Yog yakarta 3,04%. “Melalui Su rabaya, yaitu pelabuhan Tan jung Perak dan Bandara Ju anda, ada USD321.551 atau 1,26%,” ungkapnya.

Tiga negara menjadi tu ju an ekspor terbesar di DIY selama Agustus adalah Amerika Seri kat, Jerman, dan Jepang. To tal eks - por DIY ke Amerika Se rikat mencapai USD9,14 juta atau komposisinya 35,96% dari seluruh eks - por DIY. Ekspor ke Jerman mencapai USD2,47 juta, menduduki urutan kedua dengan kontribusi 9,72% dari seluruh eks por DIY.

Adapun nilai ekspor Jep ang men capai USD627.333 dengan kontri busi 2,47%. Secara keseluruhan, kenaikan ekspor selama bu lan Agus tus yang lalu meru pa - kan imbas dari kenaikan eks por di 10 negara tujuan. Em pat ne ga - ra dengan peningkatan eks por ter besar adalah India, naik se be - sar 277,69%, Inggris 202,84%, Kanada naik 131,94%, dan Belanda naik 100,73% diban - ding dengan bulan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Arif Budi Santo sa mengatakan, ekspor DIY se lama ini memang selalu me le wati tiga pelabuhan be - sar di Jawa. Beberapa negara tujuan ekspor selama ini me - mang di la yani melalui pe la - buhan laut. Peningkatan eks - por berasal dari Uni Eropa, Je - pang, dan Korea Selatan. Se - mentara permintaan ekspor yang menga lami penurunan di antaranya China, ASEAN, dan Amerika Serikat. “Ko mo - di tas utama ma sih tekstil, furnitur, dan ju ga produk kulit,” ujarnya.

erfanto linangkung





Berita Lainnya...