Edisi 12-10-2016
158 Desa di Jombang Rawan Bencana


JOMBANG – Masyarakat Kabupaten Jombang patut waspada menghadapi musim hujan kali ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat adanya kerawanan bencana di 158 desa.

Intensitas hujan yang mulai tinggi akhir-akhir ini, BPBD Kabupaten Jombang mulai memetakan daerah rawan bencana. Tak hanya memetakan rawan banjir, BPBD juga memetakan daerah yang rawan bencana tanah longsor dan puting beliung. Dari 158 desa yang rawan bencana itu, 32 desa di antaranya berstatus potensi tinggi.

Desa yang menyandang status potensi tinggi bencana itu menyusul wilayah tersebut yang menjadi langganan bencana alam. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jombang Nur Huda menerangkan, 158desaitu memiliki potensi bencana alam yang berbeda-beda. Mulai dari banjir, puting beliung dan tanah longsor. “Potensi banjir saja ada 14 desa, banjir dan puting beliung 120 desa dan rawan bencana banjir, puting beliung serta tanah longsor sebanyak 23 desa.

Jumlah desa rawan banjir dan puting beliung mendominasi,” kata Nur Huda, kemarin. Huda menambahkan, pihaknya sudah mulai bersiaga menghadapi cuaca ekstrem yang melanda di awal musim penghujan ini. Yakni dengan menyiapkan posko pengaduan bencana alam di setiap kecamatan untuk langkah antisipasi dan evakuasi.

Pihaknya juga sudah memasang dua alat pendeteksi banjir di Dam sungai Ngirmbi, Kecamatan Bareng dan Dam Sungai Rejoagung, Kecamatan Ngoro. Seperti diketahui, 1 Oktober lalu bencana alam puting beliung terjadi di Desa Begasur, Kecamatan Gudo. Bencana ini sempat merusak 80 rumah milik warga dan tiga bangunan fasilitas umum berupa pos kamling dan musala.

Dari 80 rumah warga yang rusak, tujuh di antaranya rusak berat, 26 rumah rusak sedang, dan 47 rumah rusak ringan. “Kalau BPBD sudah memetakan daerah rawan bencana, itu harus segera disosialisasikan hingga tingkat desa untuk peringatan dan langkah antisipasi,” kata anggota Komisi C DPRD Jombang Masud Zuremi.

tritus julan

Berita Lainnya...