Edisi 12-10-2016
Bareskrim Mabes Polri Sidik Tindak Pidana Investasi CSI


CIREBON – Praktik investasi Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) telah masuk tahap pe nyi - dik an atau pembuktian dari hasil pe nyelidikan oleh polisi. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Agung Setya menyatakan, polisi telah me nyelidiki tawaran investasi emas berjangka yang dilakukan CSI Group dengan return (profit) atau keuntungan 5%/ bulan.

Penyelidikan dilakukan ber - da sar kan laporan Satgas Was pa - da Investasi pada 4 Juni 2016 lalu dengan dugaan upaya me - lawan hukum melalui kegiatan usaha CSI Group. “Jumlah na sa - bah investasi CSI saat ini men - capai 7.000 orang dari wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Ci re - bon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan maupun dari be - be ra pa daerah lain di Indonesia,” ungkapnya seusai menjadi pem - bicara dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai CSI yang digelar Satgas Waspada In - ves tasi di Kota Cirebon, kemarin.

Guna kepentingan ini, pi - haknya telah memeriksa 12 orang terkait laporan Satgas Was pada Investasi tentang inves tasi CSI. Dari hasil pe nye li - di kan diketahui, dalam kegiatan usaha yang dilakukan CSI Group terdapat tindak pidana. Menurutnya, dibutuhkan waktu lama untuk mengungkap kasus penipuan berkedok ta war an investasi ini, mengingat jum lah nasabahnya yang mencapai ri buan orang.

Dia meyakinkan, di per lukan kehati-hatian aparat da lam proses penyelidikan dan penyidikan, apalagi mem per tim bang kan luasnya dampak yang ditimbulkan ketika hal ini ditarik ke ranah hukum. “Asas pra duga tak bersalah tetap kami ke de pankan. Proses hukum te tap berjalan dan sedang dalam tahap penyidikan,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan infor masi dari perwakilan Ke - men terian Koperasi dan UMKM, da lam menjalankan usahanya, CSI Group memiliki beberapa ba - dan usaha, yakni PT CSI yang izin nya dari Kementerian Per - dagang an dan KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera serta KSPPPS BMT CSI Madani Nusantara yang izinnya dari Kementerian Ko pe rasi dan UMKM.

Dalam kesempatan itu, Ke - pa la Seksi Pelaku Distribusi Lang sung dan Waralaba Ke men - te rian Perdagangan Erwansyah memastikan, pihaknya terus me - mantau kegiatan usaha CSI Group. Pengawasan mengacu pada surat izin usaha per da - gangan (SIUP) yang dikeluarkan bagi PT CSI yang bergerak di bi - dang perdagangan dan jasa.

Menurutnya, bila PT CSI me la - ku kan penggalangan dana ke - mudian memberikan bonus dari per ektutan anggota, CSI bisa di - jerat pasal 105 Undang-Undang Perdagangan dengan denda mak - simal Rp10 miliar dan atau h u - kuman sepuluh tahun penjara bila tak memiliki izin khusus inve stasi ataupun menjalankan usaha de - ngan pola piramida ter balik (MLM). “Terkait tawaran investasi CSI Group, kami sudah mengin - for masikan dan mem beri datadata kepada Bares krim untuk ke - pen tingan pe me rik saan,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Kardaya Warnika yang juga hadir dalam FGD ter sebut me ne - gas kan, penggunaan ba dan hukum perseroan terbatas (PT) dan koperasi oleh CSI Group meng in - dikasikan adanya upaya untuk mengelabui instansi ter kait yang ber niat memeriksa ke giat an usaha - nya.

Bila ada indi kasi pe nya lah - gunaan izin, ins tansi terkait seperti Ke mendag atau Kemenkop akan segera men cabut izin usaha CSI. Terkait fatwa haram yang dikeluarkan MUI Kabupaten Ci - rebon untuk CSI Group, Kepala Bi - dang Mukhlisin Muzari selaku Ke - pala Bidang Hukum dan Pe r - undang-undangan MUI Ka bu - paten Cirebon menyatakan, dalam me na warkan inves ta si nya, CSI Group kerap me nye butkan istilahisti lah syariah.

Padahal, pada ha ki - kat nya, sistem yang ada di CSI jauh dari pola sya riah. “Di antaranya pe - ne tapan bagi hasil flat 5% per bu - lan. Itu tak ada dalam sistem bagihasil syariah,” terangnya.

erika lia

Berita Lainnya...