Edisi 12-10-2016
Giliran Kemenag Kebanjiran Pendaftar Calon Haji


Proses pembayaran kompensasi lahan bandara baru di Temon Kulonprogo ternyata tak hanya merepotkan pegawai Badan Pertanahan Nasional setempat. Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo pun ikut dibuat sibuk.

Sebab, puluhan warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) beramai-ramai mendaftar menunaikan ibadah haji. Sejak awal Oktober lalu, Kemenag Kulonprogo mencatat ada 90 warga yang mendaftarkan. Tidak hanya haji reguler tapi ada juga yang memilih Ongkos Naik Haji (ONH) plus.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kulonprogo Nurohmawan mengungkapkan, dalam kondisi normal, setiap hari pihaknya hanya melayani dua dan maksimal lima orang yang mendaftar haji. Namun sejak akhir September lalu, jumlah pendaftar meningkat. Bahkan setiap harinya bisa mencapai 20 orang atau lebih.

Selama ini, dalam satu bulan paling hanya sekitar 50 orang calon haji yang mendaftar. Namun khusus di bulan Oktober sampai kemarin, sudah ada 91 orang yang mendaftar. Sepuluh orang di antaranya mendaftar di Kanwil Kemenag DIY, karena memilih melaksanakan haji plus. “Bulan ini meningkat dan ketika kami tanya, banyak yang baru saja menerima dana kompensasi bandara,” ungkap Nurohmawan, kemarin.

Untuk bisa mendaftar haji, seorang calon jamaah wajib menyetorkan dana sekitar Rp25 juta untuk reguler dan sekitar Rp52 juta untuk ONH plus. Mereka juga harus melengkapi berkas lain yang ada dan menunggu daftar antrean. Saat ini daftar tunggunya sudah sekitar 19- 20 tahun dengan kuota yang baru. Namun jika kuotanya dikembalikan, maka daftar antrean bisa maju menjadi 15-16 tahun.

“Sebelumnya kami sudah sosialisasi dengan KUA (Kantor Urusan Agama) termasuk di Temon. Alhamdulillah, warga tergugah dan banyak yang mendaftar haji,” katanya. Warga yang mendaftar sebagian besar berasal dari Desa Glagah, Palihan, Sindutan Kebonrejo, dan Janten. Meski begitu beberapa pendaftar merupakan warga dengan KTP di luar wilayah Temon. Mereka merupakan ahli waris atau anak dari orang tua yang asli dari daerah terdampak bandara.

“Keluarga kami, ada 16 yang mendaftar,” ucap Sunarto, salah seorang calon jamaah haji yang baru mendaftar. Keluarganya menerima dana kompensasi bandara lebih dari Rp4 miliar. Sebagian sudah berpindah alamat dan di luar Temon. Namun seluruh anak, menantu, dan saudara dari keluarga Ismuharjo ini semuanya didaftarkan untuk haji. “Ada beberapa yang mendaftarkan seluruh anggota keluarganya,” ucap Nurohmawan.

Kuntadi

Kulonprogo


Berita Lainnya...