Edisi 12-10-2016
Saksi Tak Lihat Marcel Aniaya Galang


BANDUNG– Penasihat hukum terdakwa kasus pembunuhan anggota Kopassus Pratu Galang menilai, tidak ada keterangan saksi yang relevan mengarah kepada keterlibatan terdakwa Marcel Gerald Akbar dalam kasus tersebut.

Penasihat hukum terdakwa Mar cel dari Lembaga Bantuan Hu kum (LBH) Bandung Syahri me ngaku, saksi-saksi yang di - ha dirkan Jaksa Penuntut Um - um (JPU) Kejaksaan Negeri (Ke jari) Bandung dalam per si - dang an kasus pembunuhan Pra tu Galang Suryawan tidak ada yang relevan.

Semua saksi mem berikan keterangan bah - wa mereka tidak melihat mau - pun mendengar langsung ter - dak wa terlibat pada peristiwa ter sebut. Pada persidangan itu, empat sak si yang dihadirkan antara lain, dua anggota Polsek Bandung Kulon Irfan Gunawan dan Subagja serta dua sekuriti Teten dan Cecep. “Saksi yang dihadirkan jaksa tidak terkait langsung dengan peristiwa. Mereka tidak melihat langsung kejadiannya.

Tidak melihat wajah pelaku. Peristiwanya seperti apa mereka tidak tahu. Karena saksi tidak mendekati lokasi saat kejadian. Bahkan satu saksi yang melihat kejadian itupun dari kejauhan, samar melihatnya,” ungkap dia usai persidangan di PN Bandung, Jalan RE Martadinata, ke ma - rin. Meskipun begitu, pihaknya ti dak akan gegabah menangani ka sus tersebut.

Terlebih JPU ak - an menghadirkan lima saksi la - in, di antaranya dua polisi yang menangkap terduga pelaku dan tiga lainnya merupakan terduga pelaku yang belum di si dang - kan. “Kami masih melihat sejauh ma na fakta yang dihadirkan jak - sa. Kalau masih tidak me nga - rah, rasanya tidak perlu me ng - ha dirkan saksi.

Tidak tahu ka - lau saksi lain. Karena klien kami bilangnya tidak ada di lokasi. Bahkan dia kaget ketika di pang - gil polisi dengan alasan ada in di - kasi terlibat. Baru mengetahui da ri penyidik,” tandasnya. Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Kartim Haerudin, dua saksi ang gota Polsek Bandung Kulon menceritakan tentang hasil penyelidikannya berdasarkan keterangan warga sekitar dan rekaman CCTv di tiga titik.

Ketiga CCTv itu antara lain yang ber ada di bundaran Jalan Su dir - man milik Dinas PU dan milik PT Lava Smartphone serta satu CCTv milik bank BRI KCP Su dir - man. “Kami mendapat telepon bahwa di Bundaran Sudirman ada kejadian pengeroyokan yang menewaskan seorang kor - ban. Saat kami datang, sudah ba nyak orang berkerumun.

Se - be lum saya dan satu rekan saya sam pai ke lokasi, ada angkot ber henti dan langsung be - rangkat lagi. Menurut warga, ko r ban sudah dibawa angkot ke RS Rajawali. Lalu ke sana dan men dapati korban sudah di - tangani dokter,” tutur Irfan. Saksi Irfan yang sudah enam ta hun berdinas di Polsek Ban - dung Kulon itu melihat korban da lam keadaan kritis saat di - tang ani dokter dan mengetahui kalau korban merupakan ang - go ta Kopassus dari tim medis.

Dia menyaksikan korban yang tidak berpakaian dinas alias sipil itu mengalami luka tusuk di bagian punggung dan memarmemar di bagian muka. “Dari rumah sakit, kami kembali ke TKP mencari infor - masi. Tapi warga tidak ada yang tahu persis kejadiannya. Warga bilang ada kelompok ge rom bol - an bermotor.

Sebelum melihat ada korban, warga bilang ada ke - ru munan bermotor meng gu - na kan motor besar dan kecil. Se - k itar 30 orang dan pergi ke arah Jalan Garuda,” papar dia. Ketika ditanya mengenai ke - terlibatan terdakwa Marcel, saksi Irfan mengaku tahunya da ri penyidik Polrestabes Ban - dung bahwa salah satunya ada - lah dia.

Terdakwa bertubuh tam bun itu disebut-sebut se ba - gai salah satu anggota ge rom - bol an bermotor berinisial B. “Tahunya dari penyidik Polrestabes. Di TKP pun tidak ber temu terdakwa, tidak me ne - mu kan pisau. Kami hanya me - lihat darah ataupun motor ter - dak wa,” imbuhnya.

Saksi lain yang sama-sama ang gota Polsek Bandung Kulon, Subag ja Mukminin me nam - bah kan, pihaknya memeriksa tiga CCTv di sekitar lokasi ke ja - di an. Dua CCTv mem per li hat - kan kerumunan pe ngendara di Bun daran Sudirman. Se - dangkan satu lagi mem per li hat - kan kejadian pengrusakan kios rokok di Jalan Nana Rohana se - ki tar 500 meter dari lokasi ke ja - di an. “Ada sekelompok motor di Bun daran terhenti beberapa saat.

Mereka berhenti, be be ra pa orang turun dan berlari ke teng - ah Bundaran ke tempat yang tidak terjangkau CCTv. Se telah beberapa saat, kembali ke motor dan melanjutkan per ja lan an. Tidak jelas ciri-ciri ke lom pok apa itu. Sebelum itu, dilihat dari CCTv BRI Sudirman, terlihat ada perusakan yang kemudian melaju ke arah Bun daran.

Di situ terlihat jelas ciri-ciri fisiknya. Tapi apakah masih sama orangorangnya saya ti dak bisa memastikan,” kata Su bagja. Sekuriti PT Lava Smar t pho - ne yang juga dihadirkan sebagai sak si Teten menyebutkan, dia mendengar ada keributan saat piket malam di hari kejadian. Saat hendak mencari tahu ke ja - dian nya yang hanya sekitar 25 meter dari tempatnya bekerja, puluhan motor yang di do mi na - si matic menuju Jalan Rajawali.

Dia pun melihat sudah ada kor - ban yang tergeletak bersimbah darah langsung diselamatkan warga sekitar. “Saya melihat dari dalam pos. Para pelaku sudah lang sung pergi. Ada yang lari ada me nuju sepeda motor. Ada juga yang sudah menggunakan se pe da motor. Yang saya dengar saat itu, hayu hayu, seperti ajak an untuk pergi.

Sebelum me li hat lang - sung ke TKP, saya me li hat ada korban tergeletak ber sim bah darah yang kemudian di tolong warga sekitar,” tu tur nya. Sekuriti Dealer Yamaha Ja - lan Elang yang berada 30 meter dari TKP, Cecep menjelaskan, dia melihat langsung ke ja di an - nya dari kejauhan.

Pria yang su - dah tujuh bulan bekerja di de a - ler tersebut mengaku tidak men dekati lokasi kejadian saat tahu ada pengeroyokan dengan alasan takut karena pelakunya ba nyak. Dia pun mendengar kata-kata ajakan seperti yang dijelaskan saksi Teten.

Fauzan

Berita Lainnya...