Edisi 12-10-2016
Skywalk Berpotensi Tambah Daya Tarik Wisata di Bandung


BANDU NG – Proyek jalur pe - destrian layang (skywalk) sudah memasuki tahap pembangun - an. Kehadiran moda baru yang membelah Kota Bandung ini di - ramalkan akan semakin me - leng kapi d aya tarik Par is Van Java sebagai destinasi wisata bagi para pelancong.

Kepala B idang Pemasaran Dinas Kebudayaan d an Par i - wisata (Disbudpar) K ota Ban - dung Kenny Dewi Kaniasari me ngatakan, semua jenis pem - bangunan infrastuktur di Kota Bandung diharap k an menjadi solusi baru bagi kemajuan dari Ibukota Jawa B arat ini. Tak hanya skywalk, pi haknya juga m endambakan sejumlah fasi - litas berstandar internasional seperti layaknya kota-kota be - sar di dunia.

“Bandung sudah saatnya di - tunjang oleh fasilitas infra stuk - tur berstand ar internasional. Idealnya se perti kota-kota be - s ar di duni a. Mi s alnya S inga - pura, Tokyo, Hongkong dan ma - sih banyak lagi. Untuk me wu - judkannya, diperlukan sinergi dengan berbagai pihak. Seperti Disbudpar dengan industri per - hotelan yang menjadi tempat singgah para w isatawan,” ujar Kenny dalam O brolan Tera s SINDO (O TS) dengan tema “Sky walk, Untung atau Ru gi” yang b erlangsung di Redaksi KOR A N SINDO, Jalan Natuna No8A , Kota Bandung, kemarin.

Dia menyebutkan, konsep Branding-Advertising-Selling (BAS) perlu diterapkan guna me - narik wisatawan domestik mau - pun mancanegara untuk meng - un jungi Kota Bandung sebagai kota wisata. Sebagai kota kreatif, Bandung pun su dah banyak di - un tungkan de ngan kuatnya je - jaring di ber bagai forum di man - canegara.

“Branding dilaku kan melalui program-program pem - kot, ke mudian industri-in dus tri per hotelan yang men ja lan kan konsep selling,” kata Ken ny. Pembangunan skywalkpun dilakukan bersamaan dengan pembenahan drainase dan tro - toar jalan di beberapa kawasan di Kota Bandung. Hal ini justru menimbulkan penumpukan kendaraan di beberapa jalan bahkan hingga mengaki bat kan kemacetan. Sebut saja Ja lan Jakarta.

“Semua pem ba ngunan di Kota Bandung saat ini me - mang dilakukan ber ba rengan. Semua pem ba ngunan diper ce - pat agar warga Ban dung pun bisa lebih cepat me ra sakan hasilnya di kemudian hari,” ujarnya. Sudah sejak lama, lanjut dia, hotel-hotel di Bandung di - himbau untuk menerapkan budaya-budaya lokal namun belum dilakukan secara me - nye luruh.

Hal ini disebabkan oleh komunikasi yang belum maksimal antara industri per - hotelan dangan Disbudpar. Senada dengan Kenny, Ketua Himpunan Humas Ho tel Bandung (H3B) Restina Se - tiawan menambahkan, sejati - nya semua elemen di industri perhotelan di Bandung ber pe - gangan tangan untuk me wu - jud kan Kota Bandung sebagai kota wisata yang terpadu, ideal dan menjadi menjadi prima - dona destinasi, baik untuk turis lokal maupun inter na sio nal.

“Hotel-hotel di Bandung se - ha rusnya senang dan me nyam - but positif dengan ada nya pem - bangunan skywalk. Des tinasi ini perlu dimanfaat kan oleh pihak hotel sebagai daya tarik tamu hotel. Namun pelaku industri hotel harus kompak untuk maju bersama mempromosikannya kepada para tamu,” tegasnya.

Menurut Tina, pem ba ngu - nan skywalkjustru harus dija di - kan sebagai magnet. Hotel-hotel di luar kawasan sky walk(Ci ham - pelas) pun ha rus saling me ng - informasikan adanya destinasi baru bagi para tamu hotel.

dini budiman/ M-11

Berita Lainnya...