Edisi 12-10-2016
Junius Cekik Bayi Hasil Hubungan Gelap


MEDAN – Sardian Junius F Watea, 25, terdakwa kasus pembunuh bayi hasil hubungan gelapnya dengan Monica Sari Silaban, 23, terancam hukuman penjara selama tujuh tahun. Junius tega menghabisi Gabriel Wate, bayi laki-laki berusia enam hari, dengan mencekik leher dan membekap mulutnya.

Saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/10), jaksa penuntut umum (JPU) Artha saat membacakan dakwaan mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa 23 Februari 2016, sekitar pukul 22.00 WIB, di rumah kos yang ditinggali pasangan itu di Jalan Karya Bhakti Medan Tembung kota Medan. Terdakwa lantas menyuruh Monica membeli es batu ke warung. Sedangkan, bayi Gabriel Wate sedang tidur di kasur.

Setelah itu, Monica pulang membawa pesanan terdakwa. Namun terdakwa kembali meminta Monica membelikan jajanan. Monica sempat menolak karena bolak-balik membelikan pesanan terdakwa, karena baru saja melahirkan.Namun terdakwa marah dan melemparkan gelas ke arah pintu kamar. Monica yang ketakutan kembali lagi pergi ke warung untuk membeli jajanan dan meninggalkan terdakwa bersama dengan Gabriel.

Tidak berapa lama Monica kembali dari warung dan mendorong pintu kamar kos. Monica terkejut melihat terdakwa sedang mencekik leher korban. Melihat kedatangan Monica terdakwa berpura-pura mengelus kepala korban. Pada saat itu Monica melihat Gabriel sudah megap-megap sesak napas dan ada luka gores di kening dan hidung korban.

"Monica lantas membuatkan susu untuk Gabriel dan meminumkannya. Ternyata susu yang diminum tidak dapat ditelan dan keluar dari hidung dan mulut Gabriel. Pada saat itu tubuh korban sudah dingin," ujar Artha di hadapan majelis hakim yang diketuai Didik Setyo Handono. Lalu Monica meminta terdakwa mengantarkannya ke Klinik Shally. Namun, kondisi korban sudah pucat dan membiru.

Korban lantas dirujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan sekitar pukul 00.00 WIB. Namun korban tak sempat mendapat pertolongan karena sudah meninggal saat dalam perjalanan. "Dari hasil pemeriksaan dokter, korban tewas karena penganiayaan. Sejak kejadian itu, Sardian melarikan diri. Polisi berhasil menangkap pelaku pada 1 Agustus 2016," ungkapnya.

Perbuatan terdakw dijerat Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C UU RI No 35/2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23/2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun. Seusai pembacaan dakwaan majelis hakim yang diketuai Didit Setyo memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan eksepsi pada pekan depan.

syukri amal

Berita Lainnya...