Edisi 12-10-2016
Misi Sulit Ijeck


MEDAN – Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara Musa Ijeck Rajekshah tiba-tiba menjadi pengurus sepak bola. Padahal, sepak bola olahraga yang asing baginya. Memajukan sepak bola Sumut jelas misi sulit Ijeck. Namun, dia mengaku akan mencari solusi tepat.

“Terus terang, saya tidak begitu hobi sepak bola. Saya tidak mengerti bola karena saya hobinya otomotif. Tapi, karena diminta Bang Hendra DS (Ketua Umum SSB Patriot), saya siap bergabung mendukung dan membina sepak bola,” ujar Ijeck di Lapangan SSB Patriot Medan, Jalan Air Bersih Medan, Medan, kemarin.

Ijeck mengaku selama ini dia hanya mengetahui melalui pemberitaan dan informasi yang disampaikan kepadanya soal kegiatan Hendra DS memimpin SSB Patriot. Dia menilai butuh keseriusan dan perjuangan yang keras untuk membangun SSB. Hendra DS berbagi kisah dan pengalaman kepadanya, soal membina sepak bola usia muda hingga mendirikan klub PS Patriot.

Awal kiprahnya mampu menembus putaran nasional hingga akhirnya berhak menjadi voters . Iya, SSB Patriot merupakan salah satu voters di Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, Senin (17/10). Ijeck mengaku membina olahraga tak semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan dan pengorbanan yang besar, dari waktu hingga materi.

“Bang Hendra cerita banyak soal bagaimana suka-dukanya membina sepak bola usia muda. Dia harus buang uang yang tidak sedikit. Korbankan banyak waktu dan pikiran. Tidak ada keuntungan secara materi, melainkan sebatas kepuasan batin karena bisa membina generasi muda ke arah yang lebih baik,” tutur Ijeck.

Hal tersebutlah yang memantik dirinya untuk ambil bagian. Meski tak bersentuhan langsung dengan tim, posisinya sebagai Dewan Pembina dinilai pantas memberikan masukan dan motivasi bagi SSB Patriot. “Karena niatnya tulus ingin turut memberikan sumbangsih terhadap pembinaan generasi muda lewat sepak bola, ini patut didukung,” tandasnya. “Orang lain saja saya bantu, apalagi Bang Hendra DS.

Dia kawan lama saya. Saya sudah kenal Bang Hendra sejak masih SMA. Jadi, saya tahu betul dia, niatnya tulus pembinaan. Bayangkan, dari 2006 sampai sekarang membina SSB Patriot. Tentu sudah banyak yang sudah dia korbankan,” ujar pereli andalan Sumut ini. Ketua Umum SSB Patriot Medan Hendra DS menyampaikan terima kasih kepada Ijeck yang sudah bersedia terjun ke pembinaan sepak bola, walau dia seorang pereli.

Hendra berharap dengan dukungan Ijeck, SSB Patriot dapat lebih eksis lagi dalam membina pemain usia dini dan mudah. “Dukungan dan perhatian saudara Ijeck menambah semangat kami untuk terus fokus pembinaan pemain usia dini dan muda. Terus terang kami butuh dukungan untuk pembinaan generasi muda lewat sepak bola.

Apalagi, kami juga punya klub amatir PS Patriot. Butuh komitmen yang kuat untuk membinanya dan kami butuh dukungan orang-orang seperti saudara Ijeck yang memang peduli olahraga,” tutur Hendra. Mantan manajer tim PSMS Medan ini mengaku dukungan Ijeck makin memantapkan program SSB Patriot melahirkan pemain-pemain andal.

Khususnya lewat Project 2019, yakni pembinaan satu tim yang dimulai sejak 2013 hingga 2019. Tim Project 2019 ini yang diharapkan menjadi dream team bagi PS Patriot maupun generasi sepak bola emas bagi Sumatera Utara dan klub-klub sepak bola pada masa mendatang. Pria peraih penghargaan Haornas 2016 kategori pembina olahraga sepak bola usia dini dari Gubsu T Erry Nuradi ini mengaku membina olahraga dianggapnya sebagai bagian dari ibadah.

“Tidak ada keuntungan secara materi di sini, malah kita yang harus siap-siap buang uang. Tapi itu tidak masalah karena tujuan saya ingin berbuat yang bermanfaat. Sebab, manusia yang paling beruntung di hadapan Allah adalah yang membawa manfaat bagi orang lain. Saya implementasikan itu lewat pembinaan generasi muda dan sepak bola,” pungkas Hendra.

haris dasril

Berita Lainnya...