Edisi 12-10-2016
Motor Harley Pemko Disimpan di Rumah Staf


MEDAN - Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Kota Medan Rendward Parapat mengaku dua motor jenis Harley Davidson tipe patroli yang dibeli dari APBD Kota Medan 2012 lalu dengan harga Rp459 juta per unitnya tidak disimpan di Kantor Dinas Perhubungan.

Kedua motor gede itu disimpan di salah satu rumah stafnya. Namun, Rendward tidak menyebutkan dimana alamat rumah staf Dishub Kota Medan itu. Dia, hanyamengatakan, staftersebut merupakan orang yang menggunakannya. “Memang tidak disimpan di kantor. Tapi, di rumah staf.

Makanya, tidak ada di kantor,” ungkap Rendward di sela-sela sidang paripurna DPRD Medan terkait pengesahan Perda RPJMD, Selasa (11/10). Pria yang pernah menjabat Sekretaris Dishub Kota Medan ini menjelaskan, alasan disimpannya motor Harley di salah rumah stafnya itu demi keselamatan. Sebab, di Sekretariat Dishub Medan tidak memiliki gudang penyimpanan. Apabiladisimpan di kantor, maka takut hilang.

Apabila hilang, maka sulit mempertanggungjawabkannya. “Sengaja disimpan di rumah staf biar tidak hilang. Kalau di rumah staf kan aman. Di kantor tidak ada gudang untuk penyimpanan dan rawan. Itukan sepeda motor mahal,” jelasnya. Dia juga mengakui motor tersebut jarang digunakan kecuali untuk melakukan pengawalan.

Sebab, peraturan baru menyatakan mereka tidak lagi memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melakukanpengawalan. Sementarasepeda motortersebutdibeli saat mereka masih boleh melakukan patroli pengawalan. “Itudibelisaat kamibolehmelakukan patroli pengawalan. Sekarangtidakbolehlagi.

Sekarang ini yang melakukan pengawalan Pak Wali, Pak Wakil, dan Pak Sekda, bukan pengawalan, tapi mengikuti, makanya mereka dibelakang. Lagian kalau dipakai untuk melakukan pengawalan sehari-hari tidak mungkin. Sebab, bahan bakarnya terlalu banyak. Selain itu, tidak enak dilihat masyarakat.

Entah apa pula penilaian masyarakat,” ucapnya. Kata dia, saat ini kedua unit motor tersebut dipakai hanya untukkegiatan CarFreeDay yang dilaksanakan di Pemko Medan. Fungsinya hanya untuk mengikuti masyarakat yang melaksanakan olah raga sepeda. “Kalau kegiatan itu saja digunakan. Kalau sehari-hari tidak mungkin.

Kalau rusak susah memperbaikinya. Bahan bakarnya banyak. Tentunya biaya operasionalnya besar,” tambahnya. Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong mengatakan, dirinya sangat menyayangkan sekali Dishub Kota Medan menganggarkan pembelian dua unit sepeda motor tersebut.

Sebab, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut tidak pantas menganggarkannya mengingat fungsidantujuannya tidak jelas. “Tidak pantas mereka membelinya. Peruntukannya tidak jelas. Buktinya sampai sekarang tidak digunakan. Pengawalan presiden itu dari kodam dan kepolisian.

Tidak ada Dinas Perhubungan tupoksinya ke sana,” ungkapnya. Politisi Demokrat ini menilai, pembelian kedua unit motor tersebut hanya terkesan untuk gagah- gagahan dan menghamburkan anggaran. Sebab, tidak berfungsi dan tujuan yang jelas. “Kami benar-benar lupa akan hal ini. Nantiakankamipertanyakan saat rapatdenganSKPD tersebut. Bila tidak, kejadian seperti ini akan terus terjadi,” pungkasnya.

reza shahab

Berita Lainnya...