Edisi 12-10-2016
Pengadaan Mobil Dewan Bukan Prioritas


MEDAN - Pengadaan mobil dinas baru bagi anggota DPRD Kota Medan menandakan Dewan kurang sensitif terhadap kebutuhan masyarakat dan tidak mementingkan skala prioritas dalam membuat anggaran.

Pengamat Sosial dan Politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Arifin Saleh Siregar, mengungkapkan, setiap anggaran yang dianggarkan DPRD Kota Medan harusnya memiliki skala prioritas. Menurutnya, saat ini anggaran yang layak diprioritaskan adalahuntuk membangun infrastruktur.

“Sementara anggaran pengadaan mobil dinas baru itu tidak masuk ke dalam skala prioritas. Kalau pun masuk, paling masuk ke dalan urutan ke sepuluh,” paparnya kepada KORAN SINDO MEDAN, Selasa (11/10). Arifin Saleh mengaku heran mengapa anggaran pengadaan mobil dinas baru untuk anggota DPRD Kota Medan itu bisa lolos saat pengesahan RAPBD Kota Medan 2016.

Seharusnya, Dewan mengkiritisi anggaran pengadaan mobil dinas baru tersebut saat pembahasan RAPBD Kota Medan 2016. “Makanya, tak guna lagi bila ada dewan yang mengkritisi pengadaan mobil dinas yang sudah digunakan itu. Harusnya, pas pembahasan RAPBD Medan itulah Dewan mengkritisinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Kota Medan, Hasyim, mengungkapkan, sudah selayaknya anggota Dewan mendapatkan mobil dinas baru. Mengingat, saat ini anggota Dewan tidak lagi mendapatkan biaya perawatan mobil dinas. “Sejak enam bulan lalu lah kami tidak lagi dapat uang perawatan mobil dinas. Makanya, sudah layaklah pengadaan mobil dinas baru ini.

Biar kami tak lagi mengeluarkan biaya sendiri untuk merawat mobil dinas itu,” paparnya. Hasyim menambahkan, mobil dinas yang lama itu merupakan mobil buatan tahun 2008 dan tiap kendaraan selayaknya ada pergantian setiap lima tahun sekali. “Sebagai aktiva bergerak ada penyusutan setiap 5 tahun sekali.

Sedangkan mobil dinas yang lama itu sudah lebih dari lima tahun, bahkan ada yang delapan tahun. Jadi, sudah layak diganti,” ucapnya. Hal senada diungkapkan anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra, Dame Duma Sari Hutagalung. Menurutnya, mobil dinas yang lama sudah sering rusak dan bahkan saat digunakan, mesinnya tiba-tiba mati.

“Kondisi mobil kita itu sudah tidak memadai. Kadangkadang, pas dipakai mau mati mendadak. Apalagi kita gak dapat lagi biaya perawatan mobil dinas,” ujarnya. Sementara itu, anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Sabar Samsurya Sitepu tetap tidak setuju dengan pengadaan mobil dinas baru DPRD Kota Medan itu.

Bahkan Sabar akan menolak bila mobil dinas baru itu diberikan kepadanya. “Aneh saja, ketika di saat ekonomi melemah seperti ini kita malah beli mobil baru. Saya tetap tidak setuju dengan pengadaan mobil baru tersebut,” paparnya.

dicky irawan

Berita Lainnya...