Edisi 12-10-2016
Pengerjaan Drainase Rugikan Masyarakat


MEDAN - Proyek pengerjaan drainase di Kota Medan banyak dikeluhkan masyarakat. Meskipun di satu sisi mendatangkan nilai positif, di sisi lain pengerjaan proyek tersebut mengganggu aktivitas warga kota.

Wajar saja banyak warga memprotes karena pengerjaan proyek tersebut tidak fokus. Belum tuntas di satu sisi, sudah dilanjutkan di titik lain. Padahal kondisinya masih terbengkalai, sisa pengorekan ditumpuk di pinggir jalan. Kondisi inilah yang merugikan masyarakat. Akses masuk ke rumah terganggu dan pedagang dagangannya menjadi sepi.

Kondisi ini juga sempat membuat Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, marah ketika meninjau lokasi pengerjaan drainase di Jalan Darussallam, Senin (10/10). Saat itu Eldin melihat pengerjaan drainase tidak maksimal. Sisa pecahan drainase dibiarkan tertimbun dalam drainase. Apabila tidak dilakukan peninjauan tentunya batu tersebut dibiarkan di dalam.

Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan Harahap, terkesan menghindar ketika ditanya terkait sistem pengerjaan drainase ini. Syahnan lebih banyak tersenyum. Pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan ini hanya mengatakan, sistem pengerjaan drainase di Kota Medan sekarang sudah seperti itu.

“Sudah seperti itu, tergantung situasi lapangan,” ungkapnya dari dalam mobil dinasnya sambil menutup kaca jendela mobil dan berlalu seusai sidang paripurna DPRD Medan, Selasa (11/10). Ketua Komisi D DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu, menegaskan, seharusnya masyarakat tidak dirugikan oleh proyek tersebut.

Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersebut harus benar-benar melakukan pengawasan di lapangan. Jadi, pengerjaan tersebut tidak sampai merugikan masyarakat. “Harusnya pengawasan di lapangan benar-benar dilakukan. Jangan kerja suka hati atau lompat-lompat seperti itu.

Meskipun ada lahan warga yang tidak mau dibongkar lebih dulu, ini harus diselesaikan dengan bijak agar tidak mempengaruhi yang lain,” ucapnya. DiamemintaKadisBinaMargaKotaMedan, KhairulSyahnan Harahap, lebih tegas tehadap stafnya di lapangan. Jadi, dirinya tidak ditipu stafnya di lapangan. Sebab, banyak mengatakan pengerjaandilapangantidakada masalah, ternyata dikeluhkan masyarakat.

“Kadis Bina Marga (Syahnan) harus lebih tegas lagi. Jangan mau dibohongi stafnya,” katanya. Saat disinggung apakah pengerjaan proyek drainase tersebut suka hati dan tidak bisa ditegur dikarenakan pihak ketiga diduga sudah membayar sejumlah uang untuk mendapatkan proyek sebab diduga pihak ketiga harus membayar sejumlahuangkepada oknumdi Dinas Bina Marga Kota Medan begitu mendapatkan proyek, mulai dari uang dokumen dan lainnya, menurut Sabar itu tidak harus menjadi alasan. “Makanya dilakukan pengawasan. Apabila ada masalah, segera dicari solusinya,” tandasnya.

reza shahab

Berita Lainnya...