Edisi 12-10-2016
Resi E-KTP Berlaku untuk Imigrasi, Samsat dan Bank


MEDAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan menegaskan kepada instansi seperti perbankan, kantor Imigrasi, kantor pajak dan lainnya agar mau menerima resi e-KTP sebagai pengganti e-KTP resmi dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Hal itu diungkapkan Kadisdukcapil Kota Meda, OK Zulfi, dalam acara rapat koordinasi keserasian kebijakan kependudukan yang digelar Disdukcapil Kota Medan di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan, Selasa (11/10). “Karena kami banyak menerima pengaduan dari masyarakat bahwa surat keterangan e-KTP ditolak sejumlah instansi seperti perbankan dan lainnya.

Padahal, Mendagri telah mengeluarkan surat edaran bahwa surat keterangan e- KTP itu berlaku sebagai pengganti e-KTP,” paparnya. OK Zulfi menyebutkan, agar masyarakat yang memiliki e-KTP tidak kecewa karena e- KTP-nya dianggap tidak laku, Disdukcapil Kota Medan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi di antaranya kantor Imigrasi, perbankan, Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan, kantor pos dan Polrestabes Medan.

Disdukcapil Kota Medan sendiri telah mengeluarkan 15.000 resi e-KTP sebagai pengganti e-KTP resmi sejak 1 Oktober 2016. “Makanya kami buat rapat koordinasi ini agar seluruh instansi yang kami undang ini mau menerima surat keterangan e-KTP ini. Karena memang saat ini kondisinya blanko e- KTP masih kosong,” ucapnya.

OK Zulfi mengatakan, pertengahan November mendatang, blanko e-KTP sudah ada. Diharapkan, masyarakat bersabar menunggu adanya blanko e-KTP tersebut. Selain itu, OK Zulfi mengimbau agar instansi terkait mengecek dahulu kebenaran resi e-KTP dari Disdukcapil Kota Medan.

Setiap resi e-KTP yang dikeluarkan Disdukcapil Kota Medan dilengkapi tanda tangan dan stempel dari Kadisdukcapil Kota Medan dan dilengkapi pasfoto pemilik resi e-KTP tersebut. “Kemungkinan, pertengahan November ini sudah ada blankonya. Mudah-mudahan itu bisa terealisasi,” ujarnya. Sementara Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang Lestari, mengungkapkan, menerima resi e-KTP dalam pembuatan paspor seama resi e-KTP itu resmi dari Disdukcapil Kota Medan.

“Sejauh ini, kita menerima kok resi e-KTP itu. Tidak ada masalah terkait itu,” ujarnya. Sementara itu, Pegawai Kantor Sistem Administasi Satu Atap (Samsat) Kota Medan, M Adham Nasution, mengungkapkan, untuk memproses pembayaran pajak kenderaan, Kantor Samsat membutuhkan e-KTP asli pemohon untuk menyesuaikan alamat pemohon di e-KTP dengan alamat pemohon yang terdapat di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Pembayaran pajak di Samsat itu memang harus sesuai dengan alamat di KTP. Bila salah sedikit saja, maka itu akan ditolak dengan sistem. Jadi, harus ada KTP-nya. Tapi kalau memang ada surat edaran dari Mendagri terkait pemberlakuan surat keterangan e- KTP, kami akan mengikutinya,” paparnya.

dicky irawan

Berita Lainnya...