Edisi 12-10-2016
Dua Kelurahan Jadi Percontohan


PALEMBANG-Kelurahan Ke - ra masan dan Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, men jadi percontohan kam - pung cabai di Kota Palembang. Hal ini ditandai dengan pe - nyerahan secara simbolis dari program sosial Bank Indonesia Urban Farming kepada Pem - kot Palembang di Kantor Lurah Keramasan, kemarin.

Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah VII Palembang Hamid Ponco Wibowo menga takan, har ga komoditas cabai yang selalu fluktuatif menjadi salah satu penyumbang inflasi di Pa - lembang. Sedangkan Palembang sen - di ri menjadi salah satu titik da - sar penghitungan inflasi selain Lubuklinggau.

“Kita sangat menjaga harga komoditas ini tetap stabil dan tidak bergejolak. Karena itu, ki - ta adakan program ini sebagai salah satu upaya mengatasi inflasi di Palembang,” ujarnya usai acara. Dijelaskannya, ada 5.000 bibit cabai yang dibagikan ke - pa da lebih kurang 300 kepala ke luarga (KK) di dua kelurahan.

Masing-masing terbagi ke d a - lam empat Kelompok Wanita Tani (KWT). Dengan adanya program Urban Farming ini, di h ar ap - kan kedepannya akan dite ruskan dengan melakukan pe nyu - lu han kepada KWT yang ada di setiap kelurahan. “Ke depan kita terus mem - berdayakan lahan mini yang ada di rumah mereka ma singmasing, serta memberikan ban - tuan bibit tanaman kepada mereka. Semoga langkah baik ini berbuah baik juga,” ucapnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Keramasan Usman Apriadi mengatakan, pe ngem - bangan budidaya penanaman cabai tidak sulit. Asalkan pe ta - ni budidaya tersebut sabar dan mengerti cara membu di daya - kannya. Usman menjelaskan, bibit cabai yang akan dibudidayakan tidak harus ditanam di tanah langsung, melainkan bisa meng gu nakan media tanam sejenis polybag.

Cabai yang ditanam dengan menggunakan polybag dapat menghasilkan 1-1,4 kilogram cabai segar dan bisa dipanen 10-12 kali panen. “Warga yang memiliki pe ka rangan rumah yang terbatas bisa meng gu - nakan polybag un tuk men a - namnya,” ungkapnya. Lebih lanjut, kata dia, untuk satu tanaman yang di bu di da - ya kan dengan polybag bisa me - ngasilkan 1-1,4 kilogram cabai segar.

Bisa dibayangkan kalau sa - tu KWT ada 50 pot polybag tanaman cabai, sudah berapa rupiah yang berhasil dihemat oleh warga. “Sepuluh sampai dua belas kali petik,” ujarnya. Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menga ta - kan, di Palembang tingkat peng gunaan bahan baku cabai sebagai pendamping makanan cukup tinggi.

Terutama untuk bahan kuah pempek atau cuka. Tidak heran jika cabai pe nyu m - bang terbesar inflasi di kota ini. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa membantu ekonomi masyarakat setempat serta menambah KWT yang ada,” kata Finda.

yulia savitri

Berita Lainnya...