Edisi 12-10-2016
Fokus Ke PGU


PALEMBANG- Laskar Wong Kito harus melupakan hasil buruk di dua laga sebelumnya dan fokus menatap laga pekan 23 menjamu Persegres Gresik United (PGU), Kamis (13/10).

Supardi Nasir dkk harus memanfaatkan laga kandang kali ini untuk meraih keme - na ngan dan bangkit. Sebab, di kla semen, Sriwijaya FC (SFC) melorot ke posisi lima dan semakin tertinggal dari pemuncak klasemen. Namun target terse but bukan tanpa kendala. Pendeknya jeda antar - pertandingan yang hanya berjarak empat hari, membuat pembagian antara recovery dan persiapan sangat mepet.

Pelatih Kepala SFC Widodo C Putro mengatakan, dirinya tak sempat menjalankan program usai evaluasi pertandingan terakhir. Sebab, pendeknya waktu membuatnya fokus pada persiapan tim ke laga selanjutnya. “Waktu sangat pedek, kita juga hanya recoverysatu hari. Menu hari ini (kemarin) saya lakukan penggabungan antara evaluasi dan persiapan,” kata Widodo usai latihan kemarin pagi.

Meski demikian, Widodo dan jajaran pelatih telah mengevaluasi kinerja tim di laga sebelumnya. Hal itu dilakukan terhadap semua lini, mencakup organisasi tim serta finishing touch yang melempem di dua laga terakhir, termasuk pula transisi menyerang dan bertahan. “Banyak yang saya lakukan pada menu latihan ini. Evaluasi beragam pola kesalahan pemain.

Karena mereka tidak konsisten dengan gaya permainan kita kemarin, makanya jadi (kalah) seperti itu,” tegasnya. Layaknya pepatah bola itu bundar, Wi - dodo tidak lupa menitikberatkan ke pada langkah konkret di depan mata. Bagi nya putaran kedua TSC baru masuk ke pe kan lima dan masih menyisakan 12 laga. Se - hingga masih banyak yang bisa diper buat SFC untuk bersaing di papan atas.

“Di dalam sepak bola tidak ada istilah trauma atau larut de - ngan kesedihan. Semua akan lu pa apabila kita berhasil menang terus dilaga berikutnya. Laga juga masih panjang dan terlalu dini apabila bilang kita terpu ruk,” ungkapnya. Kap ten SFC Supardi Nasir me - nambahkan, semua pertandi ngan dilewati pastinya memiliki hikmah tersendiri. Menurutnya, le bih baik terhalang atau sedikit ter ta han di awal-awal seperti seka rang daripada terpuruk di akhir turnamen.

“Masih banyak kemungkinan tim lainnya juga sama seperti kita ada yang tertahan. Pastinya semua cobaan ini memberikan hikmah kepada saya dan rekan-rekan,” pungkasnya.

muhammad moeslim

Berita Lainnya...