Edisi 12-10-2016
Kontingen DIY Turunkan Target Medali


YOGYAKARTA – Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) DIY) Hariyanto merevisi target perolehan medali.

Dari target sebelumnya sebanyak 20 emas, 7 perak, dan 12 perunggu menjadi 18 emas, 5 perak, serta 15 perunggu. Walaupun targetnya diturunkan, jumlah ini terbilang lebih banyak dari perolehan medali Peparnas XIV 2012 Riau. Saat itu, kontingen DIY berhasil mengumpulkan total 10 emas, 16 perak, dan 17 perunggu. Medali yang ditargetkan tersebut meliputi 1 emas, dua perunggu dari cabang olahraga (cabor) angkat berat kelas 49 dan 88 kilogram (kg).

Tiga emas atletik nomor lempar cakram putri, daksa bawah, lempar lembing daksa bawah putri, dan estafet putra T13 (tunanetra). Kemudian 2 perunggu bola voli duduk putra dan putri. Dua emas, 2 perak, dan 2 perunggu untuk bulutangkis nomor tunarungu wicara tunggal putra, tunadaksa atas putra, tunadaksa atas ganda, tunarungu wicara ganda, wheel chair ganda putra. Lalu dua emas catur nomor tunanetra cepat perorangan dan tunanetra cepat standar.

Di samping itu satu, perunggu cabor goalball untuk nomor tunanetra putra. Lima emas cabor panahan nomor recurve putri, mix putri, beregu mix , dan compound putri. Dua perunggu renang untuk nomor 50 meter (m) gaya dada putri tunarungu wicara dan 50 m gaya bebas putra tunarungu wicara. Kemudian 3 emas, 2 perak, 3 perunggu untuk tenis lapangan kursi roda nomor tunggal pemula putra, ganda pemula putra, ganda campuran pemula quad, tunggal quad putra, tunggal pemula putri, beregu putra, beregu putri, serta ganda utama putra.

Sedangkan 2 emas, 1 perak, 3 perunggu untuk tenis meja nomor tunanetra perorangan putra, tunanetra beregu, tunagrahita putra, T7 tunadaksa putra, ganda kursi roda, serta beregu kursi roda. “Kami berupaya meraih prestasi maksimal dalam Peparnas kali ini. Dengan target 18 medali emas dan masuk ranking 10 besar,” cetus Hariyanto kepada KORAN SINDO YOGYA kemarin.

Disinggung revisi target, Ketua Kontingen DIY Rumpis Agus Sudarko menjelaskan, hal itu tak lepas dari pencapaian prestasi atlet maupun peluang dalam meraih medali. Sekaligus melihat peta kekuatan lawan. Karena hal itu pula atlet Ndaru Padmasuri yang semula memperkuat cabor bulutangkis jadi berpindah ke tenis lapangan kursi roda.

Kemudian atlet panahan Tuwariyah dan atlet atletik Sudartatik berkesempatan mengikuti dua cabor sekaligus, di samping cabor utama. Keduanya turut membantu cabor voli duduk putri. Sedangkan atlet voli duduk Suminah berganti haluan ke cabor bulutangkis, menempati posisi kosong yang ditinggalkan Ndaru Padmasuri di nomor wheel chair. “Ndaru pindah juga karena berpotensi medali emas di tenis lapangan. Yang bulu tangkis nomor putra lebih berpeluang.

Ada atlet dari atletik dan panahan pegang dua cabor, bantu voli duduk. Meski demikian kami tetap menekankan untuk memprioritaskan cabang olahraga yang utama. Seperti panahan yang memang menjadi andalan,” paparnya.

Keikutsertaan atlet di dua cabang olahraga sekaligus masih diperbolehkan, namun hal itu tidak memberikan keuntungan. Karena atlet berpotensi mengalami kelelahan tinggi, dan bisa juga menyebabkan atlet tidak fokus. Perihal kondisi atlet maupun pelatih, dia mengemukakan, saat ini semuanya dalam kondisi fit. Rencananya rombongan kontingen DIY akan bertolak ke Bandung Jawa Barat pada 12 Oktober 2016 ini. Untuk kemudian akan menjalani sesi klasifikasi kecacatan, technical meeting , menjajal venue pertandingan, dan menjalani pertandingan pertama pada 16 Oktober 2016 hingga 24 Oktober 2016.

siti estuningsih









Berita Lainnya...