Edisi 12-10-2016
Lepas Peluang Jadi TNI demi Sriwijaya FC


PALEMBANG - Dengan alasan ingin berkonsentrasi membela Sriwijaya FC (SFC), Teja Paku Alam memilih melewatkan ke - sem patan menjadi prajurit Ten - tara Nasional Indonesia (TNI). Penjaga gawang Laskar Wong Kitoini mengaku masih ingin membayar utangnya membawa SFC meraih prestasi tertinggi di kancah sepak bola nasional.

“Setiap pemuda di Indonesia pasti ingin menjadi prajurit TNI, karena itu adalah sebuah kebanggaan dan salah satu perwujudan cinta kepada Tanah Air. Namun keputusan saya sudah dipikirkan baik-baik dan juga dikomunikasikan dengan banyak pihak, terutama keluarga,” ungkap alumnus SFC U-21 ini saat dihubungi Selasa (11/10) siang. Menurutnya, saat ini dirinya ingin fokus membela SFC yang tengah berjuang di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

“Saya ingin membayar utang dan kepercayaan manajemen serta pelatih yang sudah memberikan kesempatan kepada saya di musim ini. Jadi saya putuskan untuk fokus ke SFC dulu, takutnya nanti jika diambil semua malah tidak baik,” ujarnya. Teja pun menolak anggapan jika keputusannya dikarenakan masih trauma karena juga pernah gagal masuk seleksi TNI AD tahun lalu.

“Tahun 2015 lalu, saya memang sempat mendaftar menjadi prajurit TNI dari jalur Secaba umum. Namun sekarang berbeda karena saya mendapat undangan khusus bersama lima pemain sepak bola PON Sumsel lalu. Keputusan saya pun bukan karena trauma, saya malah sangat bersyukur dan bangga bisa mendapat kesempatan lagi, tetapi semoga apa yang saya pilih ini merupakan yang terbaik kedepannya,” paparnya.

Diakuinya, keluarga besarnya juga sangat mendukung keputusannya ini. Teja sendiri juga menambahkan bahwa mayoritas keluarga besarnya juga berprofesi sebagai aparat keamanan, baik sebagai prajurit TNI ataupun Polri. Bahkan ayah Teja yakni AKP Yusman ZK saat ini masih tercatat sebagai Kapolsek Batang Kapas Sumatra Barat.

Sementara adiknya tengah mengikuti pendidikan di IPDN Bandung. “Keluarga kemarin banyak memberikan masukan, menurut mereka apapun keputusan yang dipilih haruslah fokus dan tidak boleh setengah-setengah. Saat saya mengatakan masih ingin bermain bola, mereka pun tidak mempermasalahkannya karena mereka tahu saya memang sejak kecil sudah mencintai olahraga ini,” bebernya.

Teja sendiri sudah menyampaikan pengunduran dirinya secara tertulis kepada pimpinan Kodam II/Sriwijaya. “Tadi siang (Selasa, 11/10) saya ke Ajendam dan menandatangi surat pengunduran diri mengikuti seleksi prajurit TNI lewat jalur undangan ini. Sekarang fokus saya adalah membawa SFC kembali bersaing di jalur perebutan juara kompetisi TSC 2016,” pungkasnya.

Dilansir dari website resmi rekrutmen TNI AD, Teja Paku Alam bersama lima rekannya sesama anggota tim sepak bola Sumsel yakni M Andes Adinata, M Yogri Novrian, Ahmad Fatoni, Adi Septiawan dan Jupriyanto mendapat kesempatan mengikuti seleksi tingkat pusat yang akan dilaksanakan di Secapaad Bandung, Rabu (12/10) ini.

Selain enam atlet sepak bola, juga terdapat enam atlet muda Sumsel lainnya yang juga mendapat undangan serupa yakni taekwondo (2), atletik (2), karate (1) dan renang (1).

muhammad moeslim

Berita Lainnya...