Edisi 12-10-2016
Ribuan Pasutri Belum MilikiBuku Nikah


PALEMBANG- Ribuan pasangan suami istri (pasutri) yang telah lama menikah di Kota Palembang diduga belum mengantongi buku nikah. Hal itu di lihat dari sidang is bat pengesahan nikah yang ter ca - tat di Pengadilan Ag a ma Kota Pa lembang ber jumlah ratusan setiap tahunnya.

Panitera Pengadilan Aga - ma Kota Palembang, Tap ta za - ni me nyebutkan, se pan jang Ja nua ri–pertengahan Ok to - ber 2016 tercatat su dah 200 sidang isbat yang digelar pi - haknya. Termasuk di dalamnya pe - ser ta nikah massal yang digelar Pemkot Palembang. Angka ini, diakuinya, meningkat dari ta - hun lalu.

Menurut Taptazani, be sar - nya jumlah pasutri yang belum memiliki buku nikah ini karena rendahnya kesadaran ma sy a - ra kat untuk melapor. Padahal sosialisasi melalui KUA tentang pentingnya me mi - liki dokumen nikah yang sah oleh negara sudah gencar di lak - sanakan. “Mereka berani melapor apa bila sudah berbenturan de - ngan kebutuhan administrasi lain, seperti pembuatan kartu ke luarga, paspor, dan lainnya.

Me lalui nikah massal ini bisa ketahuan berapa banyak yang belum punya buku nikah,” ujar - nya di sela acara Nikah Massal di Benteng Kuto Besak (BKB), kemarin.Sidang isbat dipastikan ti dak mempersulit pasutri. Se bab, keputusan MA me - nye but kan, pasutri yang sudah me nikah tapi belum tercatat harus me lalui proses sidang is - bat ter se but.

Pasutri hanya per lu membawa saksi dan memba yar uangadministrasisesuaitem pat tinggal. Jika dibandingkan nikah yang masih ditangani P3N, ke - ba nyakan pasutri terlalu lama un tuk mendapatkan buku ni - kah. Belum lagi banyak pe r ni - kahan yang dilakukan di bawah tangan, sah secara agama, ha nya saja tidak memiliki bukti sah yang diakui negara.

“Jadi apa yang dilakukan Pem kot Pa lembang ini sangat baik, karena mem bantu dan mem permudah untuk memiliki buku nikah. Mere ka ini sudah disid ang isbat, kita harap ta hun men datang bi - sa ber tambah,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Ba - gian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang Riza Pah levi mengatakan, nikah ma - s sal tahun ini diikuti 50 pa sang - an.

“Kalau ditotal sejak ge la ran pertama di tahun 2008 hing ga sekarang, ada 450 pa sa ngan yang telah mengikuti ni kah massal. Pesertanya diambil dari setiap kecamatan yang ada di Kota Palembang,” katanya. “Dari 50 pasangan pasutri yang mengikuti nikah massal ini, hanya satu pasangan nikah yang pengantin baru.

Sisanya pe ngantin lama, dan ada dela - panpasanganyangmasihbe lum me lengkapi persyaratan,” ujar Riza.Dimungkinkan usia per - ni ka han 49 pasutri tersebut di atas 25 tahun. Mereka ini ada - lah masyarakat yang ber peng - hasilan rendah dan memang belum memiliki buku nikah. “Banyak alasannya, bisa jadi karena nikah siri, perceraian, atau bahkan tidak mau ribet dan takut mahal mengurus bu ku nikah,” katanya.

Sementara itu, pasutri pe ser ta nikah massal, Nur maya, 45, dan Makjum, 48, menuturkan, dia sudah menikah di usia 14 tahun. Mereka mengaku tidak mengerti jika memiliki buku nikah itu penting dan mesti melalui sidang isbat. “Dak tahu soal itu, nikah ta - hun berapo jugo la lupo. Pas nak meloknikah massal inilah di ka - sih tahu,” ujar Nurmaya.

yulia savitri

Berita Lainnya...