Edisi 12-10-2016
Masyarakat Wajib Berpakaian Jawa Dan Gelar Upacara


KULONPROGO – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulon pro - go ke-65 akan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh ma - syarakat.

Pada hari H yang jatuh pada 15 Oktober nanti, se mua PNS, pelajar dan pedagang diminta mengenakan pa kai an tradisional berupa pakai an Jawa. Assek I Setda Kulonprogo Arif Sudarmanto mengatakan, ber beda dengan peringatan pa - da tahun sebelumnya, tahun ini akan menggerakkan seluruh masyarakat. Bupati telah me ngeluarkan instruksi No - mor 1/2016 tentang Peran Ser - ta Masyarakat dalam Peri ngat - an Hari Jadi Kulonprogo.

“Se la - ma ini hanya PNS dan pemdes. Nanti semuanya lengkap de - ngan pelajar dan pedagang di pa sar juga mengenakan pakai - an Jawa tradisional,” kata Arif Sudarmanto. Kabag Administrasi dan Pe - me rintahan Umum, Setda K u - lonprogo, Heriyanto mengatakan, peringatan hari jadi selama ini fokus di tengah Kota Wa - tes saja. Namun, tahun ini akan digerakkan dari seluruh elemen masyarakat. Sekolah, pe - da gang pasar, juga diminta me - lak sanakan upacara hari jadi.

Malam hari sebelum peri ngatan, juga disarankan melakukan tirakatan di tingkat RT, pe du - kuh an desa, hingga kecamat - an. “Tirakatan akan dilaksa na - kan di dalam Pasar Wates dan esoknya upacara. Ini menjadi upaya agar pasar ora ilang ku - mandange (gaung pasar tradisional tidak hilang,” katanya. Pemkab, kata dia, sengaja me li batkan seluruh elemen ma syarakat untuk memupuk rasa cinta daerah.

Sehingga, se - mua pedagang pelajar, tukang par kir hingga tukang becak atau pun sopir angkutan di min - ta mengenakan pakaian Jawa sehari saja. Dalam rangkaian ini, ma - sya ra kat juga diminta me ma - sang umbul-umbul mulai 12- 18 Oktober mendatang. Pada puncak hari H, juga akan di la - ku kan upacara di Alun-alun Wa tes dengan pakaian Jawa.

Malam harinya akan dilakukan ge lar salawat nabi bersama Ha - bib Ukthi. Begitu juga dengan pe mutaran film nomaden. “Pun cak acara akan dilaksa na - kan pada Sabtu (22/10) dengan pentas wayang kulit,” katanya. Pemerintah juga terus me - la kukan sosialisasi kepada ma - sya rakat terkait kegiatan yang akan dilaksanakan. Termasuk adanya tur Bedah Menoreh dan Festival Budaya Menoreh, yang dirangkai dengan gelar jempa - ringan.

“Kami ingin meman - tap kan kemandirian daerah de ngan daya saing dan meng - angkat potensi lokal,” katanya. Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Untung Waluyo me ngatakan, Festival Budaya Me no reh merupakan salah sa tu upa ya menggagas rebranding Bu kit Menoreh sebagai jati diri Ka bupaten Kulonprogo. Bukit Me noreh berbatasan dengan Pur worejo juga Magelang. “Ba - nyak destinasi wisata, budaya, yang ada di Bukit Menoreh yang menjadi ikon Kulon pro go,” katanya. Festival Bedah Menoreh akan menampilkan sepuluh ke - lompok seni yang ada di Ku - lonprogo.

Panitia juga me ngun - dang kabupaten/kota di DIY, berikut kabupaten yang ber ba - tas an dengan DIY. Nan ti nya akan start dari kampus UNY, me - nuju Alun-alun Wates, Pasar Wa - tes, dan finis di Ter mi nal Bus Wa - tes. “Nantinya akan diawali de - ngan kelompok Di dik Nini Tho - wok, yang memiliki kelompok seni di Kulon pro go,” katanya.

Sementara, perwakilan dari Bank BPD DIY, Rizki menga ta - kan, pada 23 Oktober akan di - laksanakan color fun . Saat ini tercatat sudah lebih dari dua ribu pendaftar dengan hadiah uta ma berupa sepeda motor Honda BeAt. Selain memperi nga ti hari Jadi, Color Fun ini juga menjadi rangkaian peri nga tan 55 tahun Bank BPD se ka ligus penarikan undian Tabungan Sutra.

Pejabat Kulonprogo Ziarah ke Mantan Bupati

Penjabat bupati Kulonprogo Budi An to no bersama se - jum lah pejabat te ras di ling - kungan Pemkab Ku lonprogo, melakukan ziarah ke makam mantan bupati-bupati Kulonpro go. Ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan da lam rang ka Hari jadi Ku lon progo ke-65 yang akan jatuh pa da 15 Oktober mendatang. Dalam ziarah ini, dibagi d - alam dua kelompok.

Kelo mpok I dipimpin Penjabat Bupati Bu - di Antono yang melakukan zia - rah di makam KPH Sur yo ne - goro di Makam Hastorenggo, Ko tagede, R Sutedjo di TMP Ku suma Negara dan di makam KRT Kertodiningkrat di Ma - kam Kuncen, Yogyakarta. Sedangkan kelompok II, di - pimpin Sekda Astungkoro, me - la kukan ziarah di makam KRT Parnohadiningrat di Suren, Sentolo, KRT Wijoyo hadiningrat di Gamplong, Moyudan, H Su ratidjo di Sanden, Bantul, dan makam R Suparno di TMP 45, Balecatur, Gamping.

“Ke gi - at an ziarah ini dalam rangka HUT ke-65 Kabupaten Ku lon - progo,” kata Budi Antono. Melalui ziarah ini, juga un tuk mengenang dan menghormati pengabdian beliau atas jasanya dalam pembangunan ser ta ke - majuan Kulonprogo. Ter masuk menjaga silaturahmi dengan keluarga yang di ting galkan. “Ini sudah menjadi agen da rutin tahunan,” katanya.

Sementara itu, Assek I Sek - da Arif Sudarmanto menga ta - kan, tahun ini, panitia tidak me laksanakan kegiatan an - jang sa na mengunjungi mantan bupati dan wakil. Langkah ini dilakukan agar tidak ada nu - ansa dan tendensi politik. Se - bab, Kulonprogo akan me - laksanakan pilkada pada 2017 mendatang. “Kesepakatan an - jangsana dihilangkan, untuk me nghindari kesan dari ke gi - atan politik,” ujarnya.

kuntadi

Berita Lainnya...