Edisi 12-10-2016
Pasokan Elpiji 3 Kilogram Ditambah


YOGYAKARTA– PT Pertamina akan menambah lagi pasokan elpiji ukuran 3 kilogram ke DIY dan Jawa Tengah menyusul meluasnya ‘kelangkaan’ elpiji di wilayah ini.

Mereka berencana akan me - nam bah pasokan sebanyak 5% lagi meskipun sebenarnya pa - sok an gas melon ini sudah di - tingkatkan pada Oktober ini. General Manager PT Per - tamina Marketing Ope ra tio - nal Region (MOR) IV, Kus nen - dar mengakui jika di Sep tem - ber 2016 lalu terjadi lonjakkan permintaan gas tiga kilogram. Sebab, di bulan tersebut ba - nyak masyarakat yang menyelenggarakan hajatan.

Bulan September sebenarnya ber te - pat an dengan bulan baik bagi masyarakat DIY-Jateng. “Bulan sebelum Suro dianggap baik, dan kebetulan ber te - pat an dengan bulan Sep tem - ber sehingga permintaan me - lonjak,”tuturnya saat turut meng hadiri ujicoba kereta ber - tenaga LNG di Balai Yasa Yog - yakarta, kemarin. Peningkatan tersebut terjadi karena ketika orang hajatan tentu melakukan masak me - ma sak sehingga kebutuhan gas menjadi naik. Namun, dia mengklaim, sudah menambah pasokan sejak awal bulan Ok - to ber yang lalu sebanyak 6,5%. Jika saat ini masih ada yang ber teriak terjadi kelangkaan, dia menuduh bukan murni da - ri pelanggan semata, tetapi se - bagian ada ulah dari pengecer yang memanfaatkan situasi panic masyarakat.

Menurutnya, para pengecer sebetulnya senang dengan situasi seperti sekarang ini karena mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih ba - nyak dari biasanya. Para pe - nge cer memanfaatkan psikologis konsumen yang sedang panic dengan menaikkan harga setinggi mungkin. Mes ki - pun tinggi, masyarakat tetap mem belinya karena panic khawatir tidak kebagian. Di samping itu, dia menduga kemungkinan besar stok di pangkalan juga berkurang ka rena pembelian berlebih dari pelanggan.

Jika biasanya stok tabung isi di pangkalan mencapai 70%, namun karena pembelian besar-besaran dari konsumen, stok mereka bia sa - nya tinggal 30%. Pembelian besar-besaran tersebut juga terjadi karena masyarakat yang panic tersebut. “Jika biasanya di rumah ada satu yang isi dan satu ko - song, kini dua tabung isi se - mua. Otomatis permintaan melonjak,”paparnya.

Di samping itu, lanjutnya, musim hujan yang sudah terjadi saat ini juga menjadi pemicu naiknya konsumsi gas 3 kilogram ini. Sebab, di daerah tertentu masyarakat yang bia sa - nya menggunakan kayu bakar kini beralih menggunakan gas me lon. Kayu bakar sulit mereka dapatkan setelah hujan meng guyur wilayah mereka. Oleh karena itu, pihaknya me mang berencana menambah pasokan sebesar 5 % dari pa sokan bulan Oktober.

Pa - sok an bulan Oktober saat ini su dah mencapai 500 metric, da ri sebelumnya sekitar 360 metric. Jumlah pasokan bulan Oktober sebenarnya juga sudah mengalami kenaikan dari bulan September karena adanya kenaikan permintaan.

Di Sariharjo, Ngaglik, Sle - man, antrian masih terlihat di be berapa pangkalan. Warga me - ngantri mendapatkan ja tah gas 3 kilogram yang sulit di da pat beberapa hari terakhir. War ga mengaku baru bisa men da - patkan gas setelah keli ling ke be - berapa pangkalan dan wa rung, namun harganya cukup ma hal, jauh dari Harga Eceran Ter tinggi (HET) dari PT Pertamina.

erfanto linangkung



Berita Lainnya...