Edisi 12-10-2016
Pedagang Tak Mau Beli Bawang Merah Petani Bantul


BANTUL – Para pedagang di Pasar Bantul tak mau membeli bawang merah dan cabai yang dihasilkan para petani di Kabupaten Bantul.

Alasannya, bawang merah dan cabai tersebut kualitasnya jelek sebagai dampak gangguan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Lantaran minimnya permintaan dari para pedagang, maka harga bawang merah dan cabai hasil panenan petani di Bantul menurun drastis. Jika biasanya harga bawang merah tiap kilogramnya (kg) di tingkat petani mencapai Rp35.000, maka kini hanya Rp28.000.

“Kualitasnya buruk. Jadi saya kulakan dari hasil petani Bantul tidak terlalu banyak. Harganya juga turun,” kataNgadiran, pedagangdiPasar Bantul, kemarin. Sementara itu, harga cabai di tingkat petani biasanya mencapai Rp19.000 per kg, kini turun menjadi Rp17.000. “Kualitasnya sama-sama turun. Tapi cabai harganya tidak jauh menurunnya,” kata Ngadiran.

Oleh karena bawang merah yang dihasilkan para petani di Bantul kualitasnya buruk, maka pedagang di Pasar Bantul membeli bawang merah dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebab bawang merah dari Brebes kualitasnya lebih baik. “Brebes kualitasnya lebih bagus. Tapi harganya juga ikut anjlok,” kata Ny Dakir, pedagang lainnya di Pasar Bantul.

Para pedagang ini mengaku mendapatkan bawang merah dan cabai dari para tengkulak yang mendatanginya di Pasar Bantul. “Sekarang lebih enak, ambil dari tengkulak. Kami tidak perlu repot mengambil dari petani,” katanya. Soal turunnya kualitas panenan, diakui Sutarjo, petani di Desa Poncokan, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. “Selama 2016 ini gagal semua. Cabai, padi, dan bawang tak ada yang bagus,” kata Sutarjo.

ridho hidayat

Berita Lainnya...