Edisi 12-10-2016
PT Pertamina dan PT KAI Uji Coba Kereta Berbahan Bakar LNG


YOGYAKARTA – PT Per ta - mina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai me la - kukan uji coba kereta api berbahan bakar LNG di Balai Yasa Yog yakarta.

Ujicoba ini merupakan puncak dari penelitian dan pengembangan teknologi yang dilakukan PT Pertamina dan KAI dalam penyediaan ba - han bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak. Kepala Balitbang Ke mentrian Energi Sumber Daya Ma nu - sia ESDM, Fx Sutijastoto me - nga takan, sejak beberapa tahun terakhir memerintahkan kepada KAI untuk melakukan riset dan pengembangan teknologi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program konversi penggunaan High Speed Diesel (HSD) menjadi Liquified Natural Gas (LNG) dalam operasional Ke re - ta Api merupakan yang pertama di Asia Tenggara. “Ini bagian da - ri amanah undang-undang energi,” tuturnya.

Dia menambahkan, uji coba penggunaan LNG sebagai ope - rasional kereta api yang dikembangkan Pertamina dan KAI merupakan yang pertama kali di Asia dan hal ini sebagai bagian dari upaya dukungan kedua BUMN tersebut dalam mendorong pemanfaatan LNG un tuk transportasi. Sinergi ini me ru pa - kan tindak lanjut dari kesepakatan kedua perusahaan yang dilaksanakan pada 28 Agus tus 2015 lalu, di mana kerja sama tersebut meliputi berbagai bidang salah satunya program konversi penggunaan HSD menjadi LNG.

Sejak penandatanganan ker ja sama tersebut, PT KAI me - mang menindaklanjutnya telah me lakukan studi dan riset ber - sa ma baik dari Pertamina dan KAI melalui uji statis dan di na - mis Kereta Pembangkit di Balai Yasa Yogyakarta pada tahun ini. Dan untuk dukungan LNG di ki - rim dari Bontang ke Pulau Jawa, dengan isotank melalui perjalanan laut dan darat. Menurut Sujiastoto, sesuai dengan amanah undang-un - dang PT Pertamina memang ber usaha melakukan konversi ba han bakar.

Uji coba pertama kali mereka lakukan pada truktruk tambang di luar Pulau Jawa dan nampaknya sudah berhasil. Setelah itu, PT Pertamina sudah menjalin kerja sama dengan PT KAI mengonversi diesel bertenaga gas menjadi tenaga LNG. Setelah kereta, kegiatan kon versi bahan bakar minyak ke gas akan secara paralel dila ku - kan untuk transportasi karena se lanjutnya akan menyasar mo - da transportasi umum darat la - in yaitu bus. Ia mengklaim telah men dapatkan permohonan da - ri Transjakarta.

Konversi ini me mang bertahap akan berusaha mengurangi penggunaan BBM untuk sektor transportasi umum. “Sekarang masih 73% transportasi umum yang menggunakan BBM. Padahal ama - nah nya adalah 20% yang menggunakan BBM,” paparnya. Executive Vice President Unit Pelayanan Terpadu Balai Yasa Yogyakarta Eko Purwanto me ngatakan, setelah melalui beberapa penelitian dan pe - ngembangan, pihaknya berhasil melakukan rekayasa kereta berbahan bakar minyak menjadi LNG.

Kereta tersebut mulai diujicobakan untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk tahap awal, memang baru diterapkan pada kereta pembangkit yang men-supplay kebutuhan listrik di setiap rang - kaian gerbong. Namun ke de - pan, pihaknya juga akan me la - ku kan modifikasi lokomotif pe - narik kereta untuk bisa mene - rapkan teknologi yang lebih mu rah ini. Karena memang terbukti lebih murah. Vice President LNG PT Per - ta mina, Didik Sasongko me - ngatakan, dalam kerja sama ini pihaknya memberikan support berupa bahan bakar alternatif LNG. Untuk ke depan, berapa pun LNG yang dibutuhkan PT KAI akan mereka support.

erfanto linangkung



Berita Lainnya...