Edisi 12-10-2016
Sleman Mulai Seleksi Jabatan Sekda


SLEMAN – Pemkab Sleman mulai melakukan seleksi lelang jabatan sekretaris daerah (sekda).

Seleksi terseut dilakukan secara terbuka dan panitia seleksi (pansel) juga sudah mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman Iswoyo Hadiwarno mengatakan untuk pansel terdiri dari lima orang yang semuanya berasal dari luar Sleman.

Mereka terdiri dari pergurungan tinggi dua orang, satu orang dari KASN, dan juga satu orang dari pejabat Pemda DIY. Menurut Iswoyo setelah ada pengumuman, bagi yang berminat mengikuti seleksi, dapat mengumpulkan persyaratan. Untuk tahap seleksi meliputi administrasi, kompetensi, karya tulis, kesehatan dan rekam jejak calon. Sementara itu, untuk pendaftaran mulai dibuka sejak tanggal 10-18 Oktober.

“Pendaftar harus datang langsung ke Kantor BKD Sleman untuk menyerahkan berkas pendaftaran itu,” kata Iswoyo di ruang kerjanya, kemarin. Jabatan Sekda Sleman kosong sejak 1 November 2015 lalu. Karena saat itu bersamaan dengan proses pilkada, sehingga bupati terpilih sesuai aturan belum bisa mengangkat sekda. Untuk menjalankan tugasnya, bupati menunjuk Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, yaitu Ketua BKD Iswoyo Hadiwarno.

“Setelah ada Perda tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), maka ditagetkan awal tahun 2017, jabatan sekda sudah tersisi,” katanya. Iswoyo menambahkan, untuk kepentingan pendaftaran, bupati juga sudah menunjuk Kepala Badan Kepegawaian Nasional Regional I Yogyakarta sebagai ketua pendaftaran calon seleksi sekda.

Adapun syarat mengikuti seleksi jabatan Sekda Sleman antara lain, calon merupakan pejabat eselon II B di lingkungan Pemkab Sleman. Selain itu calon bisa dari luar Pemkab Sleman namun masih satu provinsi, dan pejabat Pemda DIY. “Syarat lainnya, calon sekda harus sudah menduduki dua dinas di tempat yang berbeda, minimal dua tahun dan usia maksimal 2 tahun menjelang pensiun atau 56 tahun.

Persyaratan lainnya dapat dilihat di website Pemkab Sleman,” tambahnya. Wakil Ketua DPRD Sleman Inoki Azmi Purnomo mengatakan karena sekda merupakan jabatan krusial dan tertinggi di lingkungan pemkab, maka dalam seleksi harus transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk itu, harus ada pengawasan bersama, sehingga seleksi dapat berjalan sesuai harapan. “Jangan sampai membeli kucing dalam karung,” tandas Inoki yang juga Anggota Komisi A DPRD Sleman yang membidangi soal perda itu.

priyo setyawan




Berita Lainnya...