Edisi 12-10-2016
Tumbuhkan Semangat Jiwa Sosial Dan Rasa Kepedulian Sesama


Ribuan orang, kemarin pagi, berdatangan dari Desa Blongkeng dan Plosogede, Kecamatan Ngluwar, serta Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, menuju kompleks Pondok Pesantren Darussalam, Dusun Gatak Titang, Plosogede.

Kedatangan ribuan orang tersebut untuk memberikan santunan dan pengusapan kepala anak yatim piatu yang dilangsungkan di kompleks ponpes setiap 10 Sura atau 10 Muharam, kemarin. Mereka datang silih berganti, setelah sampai di kompleks ponpes, kemudian menuju di deretan anak yatim piatu, yatim maupun piatu yang duduk dengan memakai seragam khusus.

Mereka duduk berjajar di kursi dengan dua sap dengan pembatas kain yang digunakan sebagai pintu bagi warga masyarakat. Adapun anak yatim piatu yang terkecil berusia 3 tahun, sedangkan yang besar usia 15 tahun. Ribuan orang yang datang tersebut begitu tiba terus menemui anak yatim piatu untuk mengusap kepalanya. Sedangkan di paling ujung terdapat kotak amal, tempat sedekah.

Ada pula setelah mengusap kepala dan menyantuni anak yatim piatu, mereka terus mengikuti pengajian hingga akhir. Tapi ada pula yang datang untuk mengusap kepala dan menyantuni anak yatim piatu, kemudian terus pulang. Tak jarang pula saat mengusap para anak yatim piatu tersebut, warga masyarakat terlihat meneteskan air matanya.

Bahkan, ada pula yang berulang kali sambil mengusap kepala anak yatim piatu menyeka air matanya. Tradisi mengusap kepala dan penyantunan anak yatim piatu tersebut dilangsungkan sejak 2005 dan dilaksanakan setiap 10 Muharam atau 10 Sura. Panitia Pengusapan Kepala dan Penyantunan Anak Yatim Piatu Saiful Anam mengatakan, jumlah anak yatim piatu yang disantuni sebanyak 104 anak terdiri anak yatim, piatu maupun yatim piatu dari Desa Plosogede, Blongkeng, dan Sirahan.

Acara yang dilakukan setiap tahun pada 10 Sura tersebut dimaksudkan untuk mengajak warga sebagai bentuk kepedulian. “Pada tahun lalu terkumpul Rp60 juta yang semuanya dibagi rata bagi anak yatim piatu yang disantuni. Untuk tahun ini, uang santunan yang terkumpul sebesar Rp61,5 juta,” kata Saiful, kemarin. Adapun usia anak yang disantuni, terkecil usia 3 tahun.

Ayah anak tersebut meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Sedangkan setiap tahunnya satunan yang terkumpul mengalami kenaikan, namun demikian jumlah penerima santunan juga mengalami peningkatan. “Dari santunan yang terkumpul tersebut dibagi rata bagi semua anak yatim piatu. Untuk setiap bulannya, anakanak ini mendapatkan santuan sebesar Rp50.000,” kata Saiful.

Sementara itu, seorang warga, Ahmad H, 64, warga Karang Sanggrahan, Plosogede me - ngaku, setiap tahunnya mengikuti acara penyantunan dan pengusapan anak yatim piatu. Pihaknya merasa terharu saat mengusap kepala anak yatim piatu yang telah didata panitia sebelumnya. “Insya Allah, setiap tahunnya kami ikut acara ini. Warga dengan seikhlasnya memberikan santunan,” kata Ahmad yang seorang petani itu.

Eko Susanto

Kabupaten Magelang

Berita Lainnya...