Edisi 12-10-2016
Dewan Pesimistis DAU Cair


SURABAYA – DPRD Jatim pesimistis Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Perimbangan segera turun.

Hingga kini tanda- tanda pencairan itu belum ada, menyusul hasil tax amnesty yang masih jauh dari target. Kondisi ini masih ditambahi beban yang ditanggung APBN sangat berat dan butuh suntikan dana besar. Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar menegaskan, sebelum ada hitam di atas putih, pihaknya pesimistis pusat akan memberikan DAU dan Dana Perimbangan yang rencananya digunakan untuk menambah APBD 2017.

“Kami pesimistis DAU dan Dana Perimbangan segera cair. Pasalnya, saat ini pusat membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk menutupi APBN yang defisit. Sedang hasil tax amnesty masih belum maksimal,” katanya kemarin. Meski pesimistis, pihaknya bersama Komisi C DPRD Jatim berupaya mendongkrak APBD 2017 yang sebelumnya dipatok oleh eksekutif Rp23,52 triliun.

Salah satu upaya tersebut dengan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) hingga 5-10%. Dengan adanya kenaikan PAD 5-10%, pemenuhan kebutuhan sepanjang 2017 dapat optimal lagi untuk pembangunan. “Semua yang berpotensi menambah pendapatan diharapkan agar dapat dieksplorasi sehingga kebutuhan 2017 bisa optimal,” papar politikus PKB tersebut.

Abdul Halim Iskandar mendukung langkah Gubernur Jatim yang menjadikan beberapa SKPD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar menambahkan, pihaknya mendorong Komisi C agar melakukan penggalian yang mendalam terhadap potensi pendapatan. SKPD yang selama ini menjadi sumber-sumber pendapatan, Komisi C dapat mengajak dialog.

“Saya normatif saja menunggu kajian Komisi C, apakah sudah mendekati realita yang ada. Insya Allah APBD stabil, tidak terkepras,” katanya. Pemanggilan SKPD tentunya juga memperhatikan pendapat dari pakar ahli karena kajian mempertimbangkan lambatnya pertumbuhan ekonomi sehingga berdampak turunnya daya beli masyarakat. “Apa yang disampaikan KUA PPAS oleh eksekutif bisa mendekati realita. Saya kira bisa bertambah, kalau pengurangan pasti tidak,” paparnya.

zaki zubaidi

Berita Lainnya...