Edisi 12-10-2016
Disetubuhi, Dicekik, Dan Ditendang


SURABAYA – Kasus pembunuhan berlatar dendam dan cinta yang dilakukan AR, 17, terhadap sang pacar, Ni Made Prabawati Gowinda, 18, warga Jalan Wiguna Tengah Gang 10 No 18 Surabaya pada Kamis (6/10) lalu, benar-benar sadis.

Aksi warga Jalan Keputih Surabaya ini terungkap setelah Polrestrabes Surabaya mengelar rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lahan kosong depan Apartemen Puncak Kertajaya, Surabaya, kemarin. Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku AR melakukan 19 adegan dari awal hingga akhirnya tega membunuh pacar karena cintanya tidak direstui.

Hal yang mengejutkan, sebelum dibunuh, Ni Made sempat disetubuhi sebanyak dua kali oleh pelaku. Setelah itu, keduanya terlibat adu mulut hingga akhirnya korban dicekik. Setelah lemas, ternyata pelaku juga masih tega menginjak dan memukul korban dengan wajah korban ditutup jaket terlebih dulu. Keterangan sebelumnya, korban mengaku hanya mencekik saja.

”Fakta baru rekonstruksi tersebut bahwa pelaku sempat memukul wajah dan menginjak- injak perut korban yang sudah tak bernyawa dengan wajah tertutup jaket, sebelum akhirnya korban ditutupi dengan tumpukan rumput ilalang,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga. Adu mulut terjadi lantaran pelaku tersinggung dengan teguran korban.

”Korban mengingatkan bahwa pelaku tidak seharusnya Drop Out (DO) dari sekolahnya. Pelaku tersinggung dan saling menyalahkan,” ujarnya. Selain itu, pelaku sejak lama juga menyimpan dendam terhadap orang tua korban yang tidak merestui cinta keduanya. Bahkan pelaku sempat dipidanakan lantaran membawa kabur Ni Made ke Bandung selama seminggu.

“Pelaku juga sudah menyimpan rasa dendam ketika dipidanakan oleh orang tua korban karena membawa korban yang masih di bawah umur keluar dari Surabaya,” katanya. Kasus ini mencuat setelah mayat Ni Made ditemukan Satrekrim Polrestabes Surabaya pada Minggu (9/10) lalu dalam kondisi membusuk. Sebelumnya sempat ada laporan oleh pihak keluarga jika Ni Made tidak pulang selama tiga hari.

AR diketahui kabur selama tiga hari usai menghabisi nyawa sang pacar. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk Resmob Polrestabes Surabaya, ketika dia berada di salah satu warung kopi di Jalan Jagir Surabaya pada Minggu (9/10). Shinto menjelaskan, awalnya ia mendapat laporan dari SPKT Polrestabes Surabaya bahwa keluarga korban sempat melaporkan anaknya sudah hilang sejak tiga hari yang lalu dari rumah. Dia diduga dibawa kabur oleh pacarnya.

”Berbekal laporan dari keluarga korban, kami langsung menerjunkan petugas Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Dan akhirnya, setelah melakukan pengejaran, petugas pun berhasil mengamankannya beserta barang bukti sepeda motor korban yang saat itu dibawa oleh tersangka,” ujarnya. Shinto mengatakan, kedua pasangan remaja ini memang sudah menjalin asmara sejak tiga tahun yang lalu.

Pelaku juga sempat ditahan oleh pihak Polrestabes Surabaya dengan kasus penculikan korban pada 2013. ”Pelaku ini merupakan residivis penculikan. Sudah dua kali juga, keluarga korban melaporkan pelaku dengan kasus yang sama,” katanya. Saat ditemukan, jenasah korban sudah dalam kondisi membengkak. Pasalnya, sudah tiga hari jenasah korban dibiarkan dan disembunyikan oleh tersangka di semak-semak. Atas perbuatan pelaku, kini tersangka dijerat dengan hukuman Pasal 338 dan 365.

rahmad tomy


Berita Lainnya...